Kompas.com - 27/02/2019, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Kurangnya aktivitas fisik dan juga pola makan tinggi kalori membuat banyak anak mengalmi kegemukan. Jika kelebihan berat badan itu berlanjut hingga masa remaja, anak-anak berisiko mengalami kelebihan berat badan seumur hidup mereka jika tidak dilakukan intervensi.

Jennifer Brubaker, praktisi perawat kesehatan anak, mengatakan anak yang kegemukan berisiko mengalami gangguan medis kronis yang rentan dialami orang dewasa obesitas.

Risiko tersebut bisa berupa diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke.

Saat anak mengalami obesitas, orangtua berperan penting untuk membangun kebiasaan sehat yang akan diterapkan anak sampai dewasa.

Pendekatan yang paling efektif untuk melakukan ini, menurut Brubaker, adalah pendekatan yang berfokus pada kesehatan fisik dan mental. Antara lain dengan memberi contoh langsung.

Deteksi obesitas pada anak

Menentukan apakah anak tergolong obesitas atau tidak memang sulit, untuk itu diperlukan bantuan profesional.

"Anak-anak harus mengalami pertambahan berat badan saat mereka tumbuh dan menjadi lebih tinggi," ucap Brubaker.

Namun, orangtua harus memastikan jika pertambahan berat badan itu seusai dengan pertambahan tinggi badan mereka.

Walau kegemukan tidak sehat, tapi anak-anak tidak disarankan mengikuti program diet yang spesifik. Yang terpenting adalah perilaku sehat demi mencapai berat badan ideal.

Brubaker mengaku lebih menyukai seseorang yang rajin berolahraga untuk kebugaran daripada sekadar mendapatkan tubuh langsing dengan cara instan.

Baca juga: Mengenali Tanda Gangguan Mental pada Anak

Lalu, bagaimana cara menerapkan gaya hidup sehat untuk anak-anak?

Dilansir dari Cleveland Clinic berikut cara menerapkan gaya hidup sehat untuk anak.

1. Jadilah contoh yang baik

Libatkan semua anggota keluarga untuk mengikuti pola makan sehat dan olahraga sehingga anak dengan berat badan berlebih tak merasa dikucilkan.

Kita bisa memulai dengan mengajak anak bermain sepak bola atau bersepeda bersama saat akhir pekan.

2. Ciptakan lingkungan sehat di rumah

Ini nampaknya sederhana, tetapi menciptakan lingkungan yang sehat butuh partisipasi semua anggota keluarga.

Untuk itu, siapkan camilan sehat di rumah dan jadikan aktivitas fisik sebagai tradisi keluarga.

3. Jangan beri anak makanan sebagai hadiah

Saat anak meraih prestasi, seperti mendapatkan nilai 100 dalam ujian, jangan beri dia hadiah makanan.

Untuk mengapresiasi hal hebat yang telah diraihnya, ajak anak untuk sesuatu yang membutuhkan gerak aktif seperti bermain bowling atau mengunjungi kebun binatang.

4. Ajak anak memasak bersama

Ajak anak menyiapkan makanan bersama. Saat anak dilibatkan, mereka akan lebih antusias untuk menyantapnya.

5. Lakukan pemeriksaan tahunan rutin

Pada anak yang kegemukan, setidaknya lakukan pemeriksaan kesehatan setahun sekali, termasuk untuk mengontrol program penurunan berat badan yang dijalankan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.