Serangan Darah Tinggi Tak Terasa, Dorong Nathaniel Bangun Otot

Kompas.com - 17/05/2019, 12:00 WIB
Nathaniel Hargrove sebelum dan sesudah menuntaskan program latihannya. VIA MENSHEALTH Nathaniel Hargrove sebelum dan sesudah menuntaskan program latihannya.

KOMPAS.com - Ketika duduk di bangku kelas IV sekolah dasar, berat badan Nathaniel Hargrove sudah mencapai 63,5 kilogram.

Saat lulus SMA, bobot Nathaniel sudah meningkat dua kali lipat menjadi 127 kilogram.

Kala itu, Nathaniel mengaku seperti merasa dikutuk.

Meskipun saat itu dia sudah mulai mengangkat beban, namun remaja ini masih belum memiliki pengetahuan gizi yang cukup.

Pada usia 30-an tahun, berat Nathaniel sudah nyaris mencapai 150 kilogram.

Namun, berkat nutrisi khusus dan rutinitas olahraga, dia akhirnya bisa menurunkan 40 kilogram, dan juga membangun otot di badannya.

Cerita ini terdengar mudah dan sederhana. Tetapi bagi Nathaniel, perubahan itu terjadi setelah kejadian memalukan dalam serangkaian tes medis.

Baca juga: 4 Pembeda yang Bikin Wanita Sulit Turun Berat Badan Dibanding Pria

Pada 2017, Nathaniel memandang dirinya sebagai seorang berbadan besar, dengan bentuk tubuh yang lumayan atletis.

Selain itu, Nathaniel pun sudah menjalani pengobatan tekanan darah selama bertahun-tahun.

Namun, ia tak pernah khawatir, karena meyakini masalah itu muncul dari warisan genetik di keluarganya. 

Hingga suatu ketika, Nathaniel merasa kondisi kesehatannya kian menurun. Dia menjadi pemarah, dan harus berjuang keras untuk bangun setiap pagi.

Tak jarang dia mengemudi dalam keadaan setengah tertidur, karena rasa kantuk yang luar biasa.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X