Kompas.com - 29/05/2019, 11:00 WIB
. KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO.

KOMPAS.com - Tidak ada cara paling sempurna untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal.

Kebanyakan pakar setuju bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda untuk bisa menurunkan berat badan.

Banyaknya tren kebugaran dan kesehatan membuat orang sulit menemukan pola seperti apa yang paling efektif bagi mereka untuk mencapi target kebugaran tertentu.

Terutama jika ingin membakar lemak dan membangun otot.

Lalu, yang menjadi pertanyaan, bisakah kita membakar lemak secara efektif hanya dengan melakukan latihan angkat beban?

"Tentu tak masalah hanya melakukan angkat beban untuk membakar lemak tubuh."

Demikian kata spesialis performa olahraga dan ahli gizi olahraga di Tish Sports Performance Center,  Tiffany Chag.

Baca juga: Angkat Beban Bikin Lansia Berusia Lebih Panjang

Tiffany menjelaskan, menambah aktivitas kardio dan melakukan perubahan pola makan akan membentuk suatu rutinitas yang baik dan mampu memberikan hasil yang lebih cepat.

Meski begitu, jika kamu tidak begitu menyukai aktivitas kardio, hanya melakukan latihan angkat beban tidak menjadi masalah.

"Itu adalah hal baik. Hanya saja dengan menambah aktivitas kardio dan mengubah pola makan, hasilnya akan lebih baik," kata Tiffany.

Dengan banyaknya informasi tren olahraga yang berkembang, sulit untuk membedakan antara olahraga yang membantu kita meraih target kebugaran, dan yang hanya untuk terlihat keren.

Menurut Tiffany, sebetulnya tidak ada cara terbaik untuk membakar lemak.

Intinya, kata dia, olahraga terbaik adalah olahraga yang paling kita sukai.

"Jika kita tidak menyukainya kita cenderung malas melakukannya. Jadi, temukan olahraga yang kamu nikmati dan mulai dari sana," kata dia.

Untuk meluruhkan lemak tubuh, Tiffany merekomendasikan mulai dengan kombinasi latihan kekuatan, kardio dan menerapkan pola makan sehat.

Baca juga: Latihan Angkat Beban Kurangi Risiko Kanker?

Namun, seberapa sering harus latihan hingga bisa menurunkan berat badan?

Idealnya, latihan kekuatan dilakukan 2-3 hari dalam seminggu dan dua atau tiga hari kardio.

Penting pula untuk memberikan tubuhmu waktu beristirahat. Tiffany merekomendasikan untuk meluangkan setidaknya satu hari setiap minggunya untuk beristirahat.

"Jika waktunya terbatas, cobalah menyelipkan sesi kardio di dalam sesi latihan kekuatan," kata dia.

Contohnya, pada hari ketika kamu melatih kaki dan melakukan gerakan squat, cobalah selipkan jumping rope selama 60 detik di antara set.

Cobalah pikirkan kembali. Jika latihan 5-6 kali seminggu terdengar tidak memungkinkan, maka jangan dipaksakan.

Baca juga: Seberapa Rutin Latihan Angkat Beban untuk Turun Berat Badan?

"Aturlah target yang bisa kamu capai. Ingatlah bahwa lebih banyak tidak selalu lebih baik," kata Tiffany.

Berapa kalipun latihan kekuatanmu dalam seminggu, Tiffany merekomendasikan pola berikut dalam setiap latihan:

- Loaded carry, misalnya gerakan farmer's walk (membawa beban di sisi tubuh).

- Variasi squat, seperti barbell back squat atau split squat.

- Latihan gerakan pinggang, seperti deadlift.

- Latihan gerakan mendorong, seperti push up, bench press, atau shoulder press.

- Latihan gerakan menarik, seperti pull up, single arm row, atau chest fly.

Untuk sesi kardio, Tiffany menyarankan melakukan olahraga intensitas ringan (dengan durasi 45 menit atau lebih).

Juga, olahraga yang lebih singkat namun intensif seperti Latihan Interval Intensitas Tinggi (HIIT).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X