Kompas.com - 17/02/2020, 16:19 WIB
Ilustrasi WWW.PEXELS.COMIlustrasi

Coleman menekankan, temuannya didasarkan pada sejumlah kematian karena bunuh diri, dan perlu lebih banyak penelitian untuk mendukung risetnya.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry tersebut hadir di tengah tingkat bunuh diri yang melonjak di antara orang AS secara keseluruhan.

Sebuah studi tahun 2019, misalnya, menemukan peningkatan 41 persen pada tingkat bunuh diri di AS antara tahun 1999 - 2006. Namun, kematian akibat bunuh diri hanya mengungkap sebagian dari masalah.

Dr. Ken Duckworth, direktur medis National Alliance on Mental Illness di Arlington menyebut, pria memiliki angka kematian jauh lebih tinggi ketimbang wanita karena mereka cenderung menggunakan cara lebih mematikan ketika mencoba bunuh diri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.