Kompas.com - Diperbarui 21/02/2022, 07:02 WIB
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Saat rintangan yang mampir di hidup seolah tak kunjung berkurang, stok kesabaran yang ada di dalam diri pun kian lama kian menipis.

Untuk kembali memenuhinya, kamu bisa coba menerapkan cara menjadi orang sabar, seperti mulai mengubah cara pandang, hingga mempraktikkan teknik relaksasi pikiran dengan meditasi.

Kesabaran bukanlah hal yang tak bisa dicapai. Jadi, melatih diri dengan cara-cara tertentu dianggap efektif untuk kembali memupuk sifat baik ini.

Cara melatih kesabaran diri

Cara melatih kesabaran sebenarnya sudah diajarkan sejak kita kecil, bahkan saat masih sekolah di taman kanak-kanak.

Masih ingat saat kita diajarkan untuk bergantian saat ingin menaiki ayunan di sekolah? Dulu, kita mungkin merasa kesal saat harus menunggu untuk melakukan hal yang disuka. Namun ternyata, ajaran tersebut bermanfaat hingga kita dewasa.

Tentu, semakin dewasa, permasalahan yang membutuhkan kesabaran jauh lebih rumit dari sekedar menunggu giliran main. Pada saat-saat yang berat, kamu bisa melakukan beberapa cara melatih kesabaran di bawah ini agar hati lebih tenang.

1. Melakukan relaksasi

Tidak mudah memang untuk bisa sabar menghadapi berbagai karakter orang. Tidak jarang, ekspektasi kita tidak bisa terpenuhi, bahkan dalam hal-hal sederhana sekalipun.

Hal ini bisa membuat kita tidak sabar dan cara paling sederhana untuk menghadapinya adalah dengan menarik napas dalam-dalam.

Ini adalah salah satu cara relaksasi yang paling sederhana. Cukup tarik napas dan buang secara perlahan. Lakukan rangkaian ini selama tiga hingga empat detik dan buat jeda sebelum mengambil napas berikutnya.

Baca juga: 3 Metode Relaksasi yang Ampuh Usir Stres

2. Melihat permasalahan dari berbagai sisi

Ada kalanya kita mendapat ketidakpastian dari orang lain. Saat melamar pekerjaan, misalnya. Setelah menunggu lebih dari satu minggu untuk mendengar jawaban balik dari perusahaan, kamu mungkin menjadi tidak sabar untuk mengetahui hasil wawancara.

Namun, sebelum menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut menolak, sebaiknya lihat dulu dari berbagai sisi.

Bisa saja, panggilan belum diterima sebab orang yang menentukannya sedang dinas ke luar kota, atau mungkin karena pelamar yang masuk sangat banyak, jadi butuh waktu lebih panjang untuk menyortirnya.

Baca juga: Kesabaran Itu Menyehatkan

3. Menggali situasi lebih dalam

Saat menghadapi situasi yang memicu rasa cemas dan kegelisahan, kamu disarankan untuk menggali situasi lebih dalam.

Misalnya, kamu merasa benar-benar gusar dan tidak sabar apabila menunggu seseorang yang datang lebih belakangan. Maka, cobalah gali lebih dalam tentang situasi tersebut dengan menanyakan:

  • Apa sebenarnya yang membuat kamu begitu benci keterlambatan, walaupun hanya sebentar?
  • Dalam situasi ini, apakah ada kerugian yang bisa didapatkan jika menunggu sebentar lagi?
  • Apa hal yang kira-kira bisa dilakukan untuk membunuh waktu saat menunggu?

4. Menerima ketidaknyamanan dengan terbuka

Dalam situasi yang menguji kesabaran, seperti macet misalnya, tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mengubahnya.

Jadi, daripada menekan klakson berkali-kali berharap kendaraan di depan bisa maju, lebih baik terima keadaan dengan menunggu dengan tenang. Toh, memang sudah terlanjur terjebak macet di jalur itu.

5. Mengganti kata “tidak” dengan “belum”

Meski terdengar sederhana, mengganti kata tidak dengan belum bisa mengubah cara pandang kita saat menghadapi sesuatu dan membuat kita menjadi lebih sabar. Ini bisa jadi sugesti positif untuk diri kita.

Pikirkan bahwa saat ini kamu bukannya tidak berhasil tapi belum berhasil. Bukannya tidak bisa sampai tujuan tapi belum sampai tujuan. Bukan tidak bisa menemukan pasangan yang cocok, tapi belum bertemu dengan yang cocok.

6. Mengalihkan perasaan frustrasi

Ketika terpaksa menghadiri rapat dan malah harus menunggu si pengundang tiba, kamu mungkin merasa jengkel. Mengeluh dan marah akan situasi ini memang manusiawi, tapi tidak akan memperbaiki situasi.

Sehingga, sembari menunggu, lebih baik alihkan perhatian dan waktu untuk mengerjakan hal lain yang lebih berguna. Balaslah email pekerjaan lain yang belum sempat dibalas atau lanjutkan mengetik pekerjaan sambil menunggu.

Dengan begitu, kamu telah mengubah hambatan menjadi mencoret satu pekerjaan dari daftar kewajiban hari itu.

7. Tidur yang cukup

Kurang tidur bisa membuat kita menjadi lebih mudah marah, tegang, dan tidak sabaran. Karena itu, agar hati dan pikiran menjadi lebih tenang dan sabar, pastikan untuk memenuhi waktu istirahat.

Untuk bisa mendapatkan tidur yang cukup, kamu sebaiknya menghindari penggunaan gadget 30 menit sebelum bersiap untuk tidur.

Selain itu, batasi juga konsumsi kafein, terutama di sore dan malam hari. Kita juga tidak disarankan untuk makan berat 2 jam sebelum tidur.

Baca juga: Ternyata, Tidur Amat Pengaruhi Kebahagiaan Anak

8. Jangan hanya diam

Menunggu dalam diam bisa membuat waktu berjalan semakin lambat. Jadi, saat menunggu teman datang saat janjian, kamu bisa melakukan stretching ringan atau berjalan-jalan sebentar.

9. Tidak terburu-buru dalam mengerjakan sesuatu

Di dunia yang serba cepat sekarang ini, seringkali kita memiliki ekspektasi bahwa semuanya harus bergerak dalam ritme yang sesuai dengan keinginan. Sehingga saat sesuatu berjalan lebih lambat dari yang seharusnya, kita menjadi tidak sabaran.

Meski kecepatan kadang menguntungkan, tapi tidak ada salahnya jika sesekali mulai menekan rem di hidup kita dan menjalani beberapa hal dengan perlahan untuk membantu tubuh mengisi energinya.

Mulailah dari hal yang sederhana seperti menyisihkan waktu 5-10 menit setelah bangun tidur untuk tetap berada di kasur. Selain itu kamu juga bisa sisihkan waktu untuk lakukan me time, seperti main dengan teman atau peliharaan.

10. Lebih banyak bersyukur

Bersyukur adalah salah satu hal yang paling sulit dilakukan dalam hidup. Namun, saat kita sudah mulai bisa bersyukur, percayalah hidup akan terasa lebih ringan, termasuk dalam hal kesabaran.

Saat sedang berada di satu kesulitan, cobalah untuk tetap sabar dan bersyukur. Memang, hal itu tidak bisa membantu menyelesaikan masalah, tapi akan membantu untuk tetap tenang dalam menghadapinya dan bisa melihat tujuan akhir yang lebih besar.

Baca juga: Melatih Rasa Syukur demi Hidup Lebih Tenang

Menjadi orang yang sabar bukanlah sesuatu yang dilakukan untuk meringankan beban orang lain. Hal ini dilakukan semata-mata untuk kebaikan diri sendiri. Sebab, ternyata melatih kesabaran bisa mengurangi risiko seseorang terkena depresi di kemudian hari.

Mengapa bisa begitu? Alasannya ada pada kemampuan menghadapi tekanan. Orang yang sabar, akan lebih tahan untuk menghadapi situasi yang penuh tekanan, dibandingkan dengan mereka yang tidak sabar.

Selain itu, secara keseluruhan, menjadi lebih sabar juga akan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi situasi menyebalkan yang sering terjadi dan membuat hidup lebih bahagia.

Manfaat menjadi orang yang sabar tidak hanya terasa sesaat, tapi juga dalam jangka panjang. Mulailah untuk mencoba cara melatih kesabaran secara perlahan. Sebab, mempraktikan semuanya sekaligus mungkin akan terasa berat di awal. Namun saat dicoba satu per satu, maka rasanya akan lebih ringan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.