Kompas.com - 01/09/2020, 14:30 WIB

KOMPAS.com - Sebagian orang mungkin menganggap aktivitas memasak sebagai bagian dari rutinitas harian.

Padahal, aktivitas sederhana ini ternyata bisa membantu menjaga kesehatan mental, terutama di tengah masa pandemi.

"Semasa pandemi, memang banyak orang yang mengalami kecemasan yang luar biasa hingga menimbulkan stres yang turut berdampak pada keluarga."

"Menghilangkan stres atau kecemasan ini dapat dilakukan dengan menciptakan banyak kegiatan yang menyenangkan."

Baca juga: Demi Kesehatan Mental, Perlukah Detoks Media Sosial?

Hal itu diungkapkan Psikolog dan Akademisi Universitas Indonesia Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Memasak adalah salah satu dari kegiatan menyenangkan tersebut. Mengapa demikian?

Psikolog Klinis Dessy Ilsanti M.Psi menjelaskan, memasak bisa jadi aktivitas yang membuat kita fokus, sehingga stres yang dirasakan pun berkurang.

Beberapa penelitian pun membuktikan, memasak memiliki berbagai macam manfaat lainnya.

1. Memberikan kepuasan (self-rewarding)

Selain menjadi aktivitas rutin, bagi sebagian orang memasak juga menjadi skill menarik untuk dipelajari. Hal ini ternyata juga bisa memengaruhi perasaan dan pikiran.

Menurut Dessy, seseorang yang melatih kemampuan memasaknya bisa mencapai suatu kepuasan diri atau self-rewarding.

Tak perlu berlebihan, kita bisa mulai dengan memanfaatkan bahan-bahan masakan yang ada di rumah.

"Jadi kita set standarnya juga jangan ketinggian, sehingga mencapainya pun bisa jadi lebih mudah karena kegiatan ini dilakukan sendiri rumah," kata Dessy.

2. Menjadi terapi

Menurut Dr. Rose Mini, atau yang akrab disapa Bunda Romi, memasak memberikan kenyamanan dan menambah eksistensi diri seseorang.

Ketika seseorang menikmati kegiatan memasak, daya tahan tubuh pun akan meningkat karena adanya hormon yang membuat kita jauh dari situasi tegang.

Baca juga: Selain Menghasilkan Makanan, Memasak Bermanfaat untuk Kesehatan Mental

Kondisi inilah yang dapat membantu kita bertahan menghadapi pandemi.

3. Mengasah kreativitas

Sebuah penelitian dari tahun 2016 mengungkapkan bahwa memasak dapat meningkatkan kreativitas dan kebahagiaan seseorang.

Studi tersebut mengikuti gerakan dan bahasa tubuh 658 orang selama dua minggu ketika memasak dengan cermat.

Penelitian itu mencatat bahwa ketika melakukan hal-hal kecil, bermakna, dan menenangkan seperti memanggang setiap hari, mereka merasa lebih bahagia.

Menurut para peneliti, kreativitas yang dilibatkan ketika memanggang membuat mereka merasa lebih ‘membumi’ dan mampu melakukan sesuatu.

4. Menghemat biaya

Asisten profesor psikologi dan pemilik Sycamore Counseling Services, Jamie McNally mengatakan, penghematan yang didapatkan dari memasak sendiri di rumah dapat berdampak positif pada keseluruhan situasi keuangan.

Kita mungkin berpikir kelebihan ini lebih menyentuh aspek ekonomi seseorang.

Namun, lebih lanjut, kondisi finansial yang buruk dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental dan tekanan pada relasi seseorang.

Hal ini utamanya terjadi dalam hubungan pernikahan.

"Petengkaran tentang uang cenderung menjadi salah satu konflik paling umum dalam suatu hubungan," kata McNally.

Baca juga: Cara Memasak Daging Supaya Empuk

Selain untuk menghemat, memasak juga bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempererat hubungan bersama pasangan.

Misalnya, jika pasangan menyiapkan makan bersama atau ketika menyantapnya bersama.

5. Meningkatkan kualitas hubungan di rumah

Dessy mengatakan, lebih sering melakukan kegiatan dari rumah di masa pandemi ternyata dapat lebih sering memicu konflik.

Namun, memasak bersama bisa dilakukan untuk mengatasi kemungkinan konflik tersebut. Cobalah untuk melibatkan anggota keluarga yang biasanya tidak ikut memasak.

6. Mengurangi kecemasan atas higienitas

Di masa pandemi seperti, higienitas menjadi salah satu faktor penting yang harus terus diperhatikan, termasuk dalam hal makanan.

Sayangnya, kita tidak selalu bisa memastikan higienitas makanan jika membeli makanan di luar.

Sementara jika memasak di dapur sendiri, higienitas makanan cenderung lebih bisa terkontrol.

Bagi yang merasa tidak mahir memasak, menu-menu siap masak bisa menjadi pilihan.

Meski sudah siap masak, namun kita masih bisa berkreasi dengan bahan-bahan tersebut.

"Alasan orang gemar makanan siap masak juga bukan semata-mata karena waktu, namun juga karena kepraktisannya."

Baca juga: Stres Bisa Bikin Gula Darah Meningkat

"Bahkan orang yang tidak bisa masak pun bisa berkreasi dengan menu instan dengan berbagai macam tambahan menu."

"Hal ini akan menimbulkan rasa senang dan menghindari stres," ungkap Dr. Rose Mini.

Salah satu layanan menu siap masak yang bisa dimanfaatkan adalah layanan GoFood di aplikasi Gojek yang kini menawarkan kategori "Siap Masak (ready to cook)".

Menu ini bisa langsung dipilih dari puluhan ribu resto GoFood favorit.

Menu siap masak ini memungkinkan pelanggan untuk mendapatkannya dengan cepat, karena bahan-bahan akan diantar langsung oleh mitra driver setelah dipesan. Tak ubahnya seperti membeli menu Siap Santap.

Jenis menu yang disediakan di kategori Siap Masak, antara lain:

- Paket makanan meal kit yang merupakan satu paket menu yang terdiri dari beberapa bahan makanan yang dapat langsung disajikan untuk dimasak.

Baca juga: WHO: Covid-19 Tak Menular lewat Makanan

Misalnya, paket Dory fillet satu kilogram dan tepung crispy.

- Paket makanan frozen food, yaitu makanan beku yang siap dimasak dan disantap.

Misalnya, bakso, chicken nugget, dan lain-lain.

- Paket makanan ready to heat, yaitu makanan yang tinggal dihangatkan sebelum disantap.

Sementara ini, layanan Siap Masak tersedia di 13 kota, yakni Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.

Juga Palembang, Makassar, Semarang, Medan, Bali, Yogyakarta, Malang, Lampung, Solo, dan Pekanbaru, yang selanjutnya akan diperluas ke kota-kota lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.