Kompas.com - 04/11/2020, 16:18 WIB
Ilustrasi tes kadar gula darah, penyakit diabetes SHUTTERSTOCK/Proxima StudioIlustrasi tes kadar gula darah, penyakit diabetes

KOMPAS.com – Menjaga kesehatan pasien diabetes di tengah pandemi Covid-19 bukanlah hal mudah.

Terlebih diabetes adalah penyakit komorbid (penyerta) yang bisa memperparah kondisi seseorang apabila terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 bisa membuat kondisi pasien diabetes memburuk.

Baca juga: Pahami, Pemeriksaan Tepat untuk Deteksi Diabetes

Ketua Umum Perkeni Prof Dr dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD mengatakan, hal ini dikarenakan pengobatan pasien menjadi terhambat.

“Memang belum ada studi khusus tapi kelihatannya ada hambatan di sistem pelayanan kesehatan. Pasien takut ke rumah sakit, dokternya takut terhadap pasien banyak.”

Demikian penjelasan Ketut dalam media briefing World Diabetes Day 2020: Bersama Diabetasol Sayangi Dia yang berlangsung kemarin, Selasa (4/11/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ditambahkan, meskipun saat ini sedang terjadi pandemi, pasien diabetes tetap harus berobat ke dokter. Meski, memang tidak setiap saat pasien harus datang ke rumah sakit.

Jadwal berobat bisa diatur misalnya dua bulan sekali untuk menghindari infeksi Covid-19. Satu hal terpenting, pasien tetap harus rutin mengonsumsi obatnya.

Dokter bisa membuatkan resep obat untuk dua bulan. Setelah obat habis, baru pasien kembali kontrol ke dokter.

Penanganan diabetes di tengah pandemi

Secara prinsip dasar, pasien diabetes tetap harus menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Ini Alasannya Obesitas Bisa Sebabkan Diabetes

Mereka harus tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Sedangkan prinsip khusus untuk pasien diabetes misalnya lebih rutin mengecek kadar gula darah, minum obat teratur, menerapkan pola makan sehat, dan gizi seimbang, serta berolahraga.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. dr Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FACE mengatakan, pengendalian diabetes membutuhkan perhatian dari banyak pihak terutama keluarga pasien.

Keluarga memegang peranan penting agar pasien diabetes lebih waspada dan peduli terhadap kesehatannya.

Peran yang bisa dilakukan keluarga antara lain merencanakan makan, program olahraga, pengaturan obat, dan edukasi.

“Hasil penelitian menunjukkan 42,2 persen pasien diabetes memiliki gula darah yang lebih terkontrol apabila keluarga memberikan dukungan yang positif,” ujar Sidartawan.

Keluarga harus terus mengingatkan pasien diabetes untuk meminum obat dan mengecek kadar gula darah.

Baca juga: Benarkah Teh Hijau dan Kopi Turunkan Risiko Kematian karena Diabetes?

Selain itu, keluarga juga bisa mengajak pasien untuk berolahraga.

Pola makan diabetes

Di sisi lain, tak sedikit keluarga pasien diabetes yang melarang pasien mengonsumsi makanan tertentu karena takut gula darahnya naik.

Menurut Sidartawan, pasien diabetes sebenarnya boleh mengonsumsi apapun asalkan jadwal dan porsi makan diatur.

“Makanan pasien diabetes sama saja dengan satu keluarga, tidak perlu dimasak khusus. ‘Kan kasihan,” ujar Sidartawan.

Dia mengakui, keluarga pasien diabetes mungkin menunjukkan rasa peduli dan kasih sayang dengan cara memasak makanan khusus.

Tetapi maknanya bisa ditangkap berbeda oleh pasien diabetes, dan memengaruhi secara psikologis.

Terlebih jika anggota keluarga lain mengonsumsi makanan yang berbeda.

“Enggak perlu (masak makanan khusus). Makan sama-sama satu keluarga, cuma bedanya yang tidak diabetes boleh lebih banyak, yang diabetes makan secukupnya sesuai kebutuhan,” tambah Sidartawan.

Baca juga: Bantu Orang Terdekatmu yang Mengalami Diabetes dengan Langkah Berikut

Sementara itu, dijelaskan oleh Ketut, pengaturan makan pasien diabetes dibutuhkan agar tidak terjadi komplikasi.

Pengaturan makan biasanya dilihat dari segi kalori yang memperhitungkan berat badan pasien.

“Kalau untuk orang yang aktivitasnya tidak terlalu tinggi, diberikan jumlah kalori sehari misal 25-30 kalori per kilogram berat badan. Idealnya hitung dulu,” kata dia.

Dari segi jenis makanan tetap memerhatikan pola makan sehat dan gizi seimbang. Pasien diabetes harus mengonsumsi makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak.

“Biasanya karbohidrat 50 persen, protein 20 persen, dan lemak 30 persen,” kata Ketut.

Ia menambahkan, jenis lemak yang dikonsumsi oleh pasien diabetes sebaiknya berasal dari buah, dan bukan hewan.

Contohnya lemak omega-3 yang bisa ditemui pada alpukat dan hindari lemak jenuh.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.