Kompas.com - 30/12/2020, 11:45 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Pandemi yang berdampak pada penghasilan masyarakat rentan bisa memperburuk masalah kurang gizi pada bayi dan balita. Program gizi dan deteksi harus menjadi prioritas.

Kader Posyandu dan juga tenaga kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat perlu diperkuat untuk memberi pelayanan kesehatan yang tepat terkait gizi.

Menurut penjelasan dr.Diyah Eka Andayani M.Gizi SpGK, peningkatan pengetahuan tentang penapisan balita sehat dan malnutrisi, serta pemberian Makanan Pendamping ASI harus dimiliki para kader.

“Pengetahuan tentang pemberian MPASI yang tpat dapat mencegah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kurangnya asupan nutrisi, khususnya pada kondisi pandemi,” kata Diyah.

Baca juga: Gagal Paham Soal Nutrisi Bisa Sebabkan Anak Stunting

Hal itu ia sampaikan dalam acara pelatihan bertajuk “Penapisan Balita Sehat dan
Malnutrisi oleh Tenaga Kesehatan dan Pemberian MPASI pada Situasi Pandemi COVID-19” yang diadakan oleh Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia untuk masyarakat Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur, yang diadakan secara daring 26-27 Desember 2020.

Departemen Gizi FKUI menggelar pelatihan tata laksana gizi buruk dan pemberian MPASI selama pandemi.Dok FKUI Departemen Gizi FKUI menggelar pelatihan tata laksana gizi buruk dan pemberian MPASI selama pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kegiatan tersebut, dibahas pengenalan MPASI, jadwal pemberian, dampak jika MPASI diberikan terlalu dini atau terlambat, prinsip pemberian, panduan pemberian berdasarkan tahapan usia, hingga cara mengolah, menyajikan, dan menyimpan MPASI.

Sebanyak 45 kader Posyandu dan 6 tenaga kesehatan mengikuti acara tersebut. Selain itu, peserta juga mendapat edukasi cara benar melakukan penapisan pada balita dengan pengukuran berat badan, panjang badan, dan lingkar lengan atas balita.

Baca juga: Cara Memastikan Balita Tak Kekurangan Gizi

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.