Kompas.com - 30/05/2021, 16:50 WIB
Ilustrasi potongan short ribs daging sapi. SHUTTERSTOCK/BRENT HOFACKERIlustrasi potongan short ribs daging sapi.

KOMPAS.com - Penyebaran bakteri melalui kontaminasi silang menjadi salah satu hal yang harus diwaspadai ketika mengolah makanan.

Kuman bisa berpindah lokasi dan menjadi sumber penyakit karena kebiasaan kita ketika memasak.

Kontaminasi silang adalah salah satu hal yang paling dikhawatirkan ketika mencuci daging sebelum dimasak. Istilah ini dipakai untuk merujuk perpindahan bakteri secara sporadis ini bahan pangan lain, peralatan memasak dan permukaan di dapur.

Penelitian lembaga Food Safety and Inspection Service Amerika Serikat (USDA) membuktikan, bakteri dapat menyebar dengan mudah ketika permukaan tidak dibersihkan dan disanitasi secara efektif.

Baca juga: Kontaminasi Silang Sering Terjadi Pada Makanan, Begini Baiknya

Hal ini dapat memicu masalah kesehatan termasuk penyakit bawaan makanan termasuk keracunan. Penyebabnya ialah bahan pangan yang terkontaminasi mikroorganisme hidup dan menyebabkan respon negatif dari tubuh.

Untuk mencegahnya, ada beberapa kebiasaan memasak yang harus mulai dilakukan. Misalnya membuang kemasan daging mentah sesegera mungkin dan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah daging.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Chef Devina Hermawan, dalam salah satu cuitannya di Twitter, menyarankan untuk memakai telenan dengan warna yang berbeda untuk tiap jenis makanan.

Baca juga: Daging Tak Perlu Dicuci Sebelum Dimasak, Apa Alasannya?

https://twitter.com/hermawan_devina/status/1398837751919697923

Namun, USDA merekomendasikan tiga cara paling mudah untuk menekan penyebaran bakteri pada makanan ketika memasak yaitu:

  • Masak sayur sebelum daging

Tahapan memasak juga penting untuk menjaga kualitas pangan dan kebersihannya. Untuk mengurangi pontensi kontaminasi silang, pastikan untuk mengolah sayur dan buah sebelum daging mentah.

Salah satu studi observasi menyebutkan, 60% partisipannya yang mencuci daging mentah memiliki bakteri di wastafelnya. Sebanyak 14% diantaranya bahkan masih terkontaminasi bakteri meskipun sudah disterilkan.

Kebiasaan mengolah daging terlebih dulu berisiko menyebarkan kuman ke berbagai bahan pangan lainnya. Penelitian membuktikan 26% orang dengan perilaku ini memindahkan bakteri dari daging mentah ke sayuran yang dikonsumsinya.

Baca juga: Awas Kontaminasi Bakteri, Begini Cara Tepat Mencuci Talenan Kayu

  • Bersihkan dapur secara menyeluruh

Bersihkan seluruh alat memasak dan permukaan dapur secara menyeluruh untuk mencegah kontaminasi silang. Khususnya untuk area atau alat yang berpotensi tersentuh atau terkontaminasi bakteri seperti wastafel, telenan, dan pisau.

Gunakan campuran sabun dan air hangat sebagai pembersih atau disinfektan yang aman untuk peralatan dapur. 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menganjurkan untuk mencuci tangan setelah mengolah daging untuk menghilangkan bakteri. Gosok tangan dengan sabun selama 20 detik untuk memastikannya bersih sempurna.

Baca juga: 6 Langkah Bikin Dapur Bersih dan Bebas Kuman

  • Masak daging dengan suhu yang sesuai

Mencuci, membilas atau merendamnya dengan air jeruk tidak efektif untuk menghilangkan bakteri. Kebiasaan ini malah memicu terjadinya kontaminasi silang pada bahan pangan lain.

Cara terbaik adalah memasak makanan dengan suhu yang tepat agar dapat membunuh bakterinya. Kita bisa menggunakan termometer makanan untuk memastikan suhunya benar-benar efektif.

Baca juga: Konsumsi Daging Merah, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.