Kompas.com - 03/06/2021, 16:21 WIB

KOMPAS.com - Banyak orang yang mengatakan mata adalah jendela jiwa. Tetapi, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa mata juga merupakan jendela ke otak.

Pupil mata kita ternyata merespon lebih dari sekedar cahaya. Bahkan, pelebaran pupil sering digunakan oleh FBI untuk mendeteksi penipuan.

Penelitian yang dilakukan di Georgia Institute of Technology memperlihatkan bahwa ukuran pupil terkait erat dengan perbedaan kecerdasan individu.

Semakin besar pupil mata seseorang, maka akan semakin tinggi pula kecerdasan yang dimiliki. Semuanya ini diukur melalui tes penalaran, perhatian, dan memori.

Baca juga: Humor Ternyata Dapat Meningkatkan Kecerdasan Emosional, Sudah Tahu?

Faktanya, di tiga penelitian, para peneliti menemukan perbedaan ukuran pupil antara orang yang dapat nilai tertinggi pada tes kognitif dan mereka yang mendapat nilai terendah cukup besar untuk dideteksi oleh mata telanjang.

"Kami pertama kali menemukan hubungan mengejutkan ini saat mempelajari perbedaan dalam jumlah upaya mental yang digunakan orang untuk menyelesaikan tugas memori," kata para peneliti.

Mereka menggunakan teknik psikolog Daniel Kahneman yang dipopulerkan pada 1960-an dan 1970-an dengan pelebaran pupil sebagai indikator upaya untuk mengetahui kecerdasan masing-masing orang.

Baca juga: Pria yang Baca Buku Ini Lebih Menarik di Mata Wanita

Mengukur pupil mata

Penelitian berskala besar ini melibatkan lebih dari 500 orang berusia 18 hingga 35 tahun dari komunitas Atlanta.

Para peneliti mengukur ukuran pupil peserta menggunakan pelacak mata, perangkat yang menangkap pantulan cahaya dari pupil dan kornea menggunakan kamera, serta komputer berdaya tinggi.

Pupil peserta diukur saat mereka sedang menatap layar komputer kosong hingga empat menit dan pelacak mata merekam. Dengan menggunakan pelacak, para peneliti dapat menghitung ukuran pupil rata-rata setiap peserta.

Baca juga: Berinteraksi dengan Orang Asing Tingkatkan Kecerdasan Emosional

Untuk lebih jelasnya, ukuran pupil mengacu pada diameter lubang lingkaran hitam di tengah mata. Ini dapat berkisar dari sekitar dua hingga delapan milimeter.

Pupil dikelilingi oleh area warna-warni yang dikenal sebagai iris, yang bertanggung jawab untuk mengontrol ukuran pupil.

Pupil yang mengerut adalah respons terhadap cahaya terang, jadi laboratorium untuk penelitian dibuat redup bagi semua peserta.

Melakukan tes kognitif

Pada bagian eksperimen selanjutnya, peserta menyelesaikan serangkaian tes kognitif yang dirancang untuk mengukur kecerdasan, kapasitas memori, kemampuan mengingat informasi pada periode tertentu, dan kontrol perhatian.

Hasil dari tes ini pun menunjukkan bahwa ukuran pupil yang lebih besar berkorelasi dengan aspek-aspek kecerdasan yang lebih besar.

Baca juga: Membentuk Anak Cerdas dengan Stimulasi Sejak Dini

Menariknya, ukuran pupil berkorelasi negatif dengan usia. Di mana, peserta yang lebih tua cenderung memiliki pupil yang lebih kecil dan lebih sempit. Namun, hubungan antara ukuran pupil dan kemampuan kognitif tetap ada.

Korelasi ukuran pupil dengan kecerdasan

Menurut para peneliti, ukuran pupil berhubungan dengan aktivitas di lokus coeruleus dan nukleus yang terletak di batang otak bagian atas, dengan koneksi saraf yang luas ke bagian otak lainnya.

Lokus coeruleus melepaskan norepinefrin yang berfungsi sebagai neurotransmitter dan hormon di otak maupun tubuh untuk mengatur proses seperti persepsi, perhatian, pembelajaran, serta memori.

Ini juga membantu menjaga organisasi aktivitas otak yang sehat, sehingga daerah otak yang jauh dapat bekerja sama untuk menyelesaikan tugas dan tujuan yang menantang.

Baca juga: Manusia Makan Karbohidrat Sejak Ratusan Ribu Tahun Lalu untuk Otak

Gangguan fungsi lokus coeruleus dan gangguan yang dihasilkan dari aktivitas otak yang terorganisir telah dikaitkan dengan beberapa kondisi, termasuk penyakit alzheimer dan gangguan hiperaktivitas defisit perhatian.

Faktanya, pengaturan aktivitas ini sangat penting, sehingga otak dapat mencurahkan sebagian besar energinya untuk mempertahankannya, bahkan ketika kita tidak melakukan apa-apa seperti ketika menatap layar komputer kosong selama beberapa menit.

Kendati demikian, penelitian lanjutan tetap diperlukan untuk mengeksplorasi kemungkinan ini dan menentukan mengapa pupil yang lebih besar dikaitkan dengan kecerdasan dan kontrol perhatian yang lebih tinggi.

Baca juga: Meningkatkan Kecerdasan Anak lewat Imajinasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.