Kompas.com - Diperbarui 18/08/2021, 17:12 WIB

KOMPAS.com - Sakit kepala sering kali bukan kondisi yang serius dan kita bisa melakukan perawatan rumahan untuk mengatasinya.

Meski begitu, sakit kepala membuat kita merasa tak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas harian.

Sakit kepala juga bisa merupakan tanda masalah kesehatan serius sehingga tak boleh diabaikan, terutama jika terjadi berkepanjangan.

Melansir SELF, constant headache atau sakit kepala terus-menerus terjadi secara kronis, setidaknya selama 15 hari atau lebih dalam sebulan. Sakit kepala dapat disebut constant headache jika terjadi sedikitnya tiga bulan berturut-turut.

Namun, jika mengalaminya selama dua minggu, bukan berarti kita boleh mengabaikannya. Kondisi tersebut tetap perlu dikonsultasikan dengan dokter.

Baca juga: 5 Penyebab Sakit Kepala Sebelah Kiri dan Cara Mengatasinya

Gejala

Gejala sakit kepala terus-menerus bisa bervariasi tergantung jenis sakit kepalanya. Menurut Healthline, gejalanya bisa termasuk:

  • Sakit kepala terjadi pada satu atau dua sisi kepala.
  • Terasa berdenyut atau kencang di kepala.
  • Intensitasnya bervariasi, mulai dari ringan hingga parah.
  • Disertai mual atau muntah.
  • Berkeringat.
  • Sensitivitas terhadap cahaya atau suara.
  • Hidung mampet atau berair.
  • Mata kemerahan atau berair.

Sakit kepala yang disebut kronis sebetulnya cukup luas dan mencakup beberapa jenis sakit kepala, di antaranya:

  • Sakit kepala tegang: terasa seperti ada pita pengencang terpasang di kepala.
  • Migrain: terasa seperti sakit kepala berdenyut yang sangat intens yang dapat terjadi pada satu atau kedua sisi kepala.
  • Sakit kepala cluster: terjadi terus-menerus selama beberapa minggu atau bulan dan dapat menyebabkan rasa sakit yang parah di satu sisi kepala.
  • Hemicrania continua: terjadi di satu sisi kepala dan terasa mirip dengan migrain.

Baca juga: 5 Penyebab Sakit Kepala Setelah Lari

Penyebab

Benyebab sakit kepala terus-menerus, apa pun jenisnya dan intensitasnya, bisa bermacam-macam dan dapat memberi tahu tentang kondisi kesehatan kita. Beberapa di antaranya:

1. Stres

Direktur Orange County Migraine & Headache Center, Susan Hutchinson, MD mengatakan, stres yang belum benar-benar terselesaikan dapat menyebabkan sakit kepala.

Seperti disebutkan, sakit kepala tegang terjadi ketika otot-otot leher dan kulit kepala tegang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.