Kompas.com - 22/11/2021, 07:10 WIB

KOMPAS.com - Bayi yang lahir prematur memang butuh perawatan khusus dan lebih sensitif dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan. Namun, dengan penanganan yang tepat sejak awal kelahiran dan perawatan penuh cinta, tumbuh kembangnya bisa optimal.

Menurut riset Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 1 dari 10 anak lahir prematur. Secara defisini, bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu.

Dijelaskan oleh dr. Rima Irwinda Sp.OG(K), ada tiga faktor risiko yang dapat menyebabkan kelahiran prematur, yaitu karateristik ibu, nutrisi, dan kehamilan.

"Karakteristik ibu terkait usia, kebiasaan merokok, dan kondisi psikologis. Faktor risiko berdasarkan karakteristik nutrisi terkait indeks massa tubuh, kenaikan berat badan selama kehamilan, kebiasaan makan, kebiasaan minum kopi, dan konsumsi suplementasi," kata Rima dalam acara Bicara Gizi yang diadakan Danone Specialized Nutrition bertema Tantangan dan Penanganan Kesehatan bagi Ibu dan Anak Kelahiran Prematur (17/11).

Baca juga: Anemia Saat Hamil, Apakah Benar Bisa Menyebabkan Anak Lahir Prematur?

Sedangkan faktor risiko berdasarkan karakteristik kehamilan meliputi riwayat persalinan, riwayat memiliki anak kembar, masalah kesehatan selama kehamilan, dan riwayat pemeriksaan USG.

Kondisi ini menyebabkan ada lebih dari 1 juta bayi meninggal karena lahir prematur. Di Indonesia, sebanyak 84 persen kematian pada anak yang baru lahir disebabkan oleh kelahiran prematur.

"Semakin pendek masa kehamilan, semakin besar risiko kematian dan kesakitan pada bayi yang lahir prematur," kata Rima.

Narasumber Bicara Gizi yang mengangkat tema Tantangan dan Penanganan Kesehatan bagi Ibu dan Anak Kelahiran Prematur (17/11/2021).Dok Danone Narasumber Bicara Gizi yang mengangkat tema Tantangan dan Penanganan Kesehatan bagi Ibu dan Anak Kelahiran Prematur (17/11/2021).

Penanganan

Bayi prematur pada umumnya perkembangan organ tubuhnya belum sepenuhnya sempurna, berat badannya juga sangat kecil. Karena itu mereka butuh perawatan dan perlakuan khusus untuk mendukung perkembangan jangka panjang.

"Anak lahir prematur mempunyai kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim akibat ketidakmatangan sistem organ tubuhnya, seperti paru, jantung, ginjal, dan sistem pencernaannya," papar dokter spesialis anak konsultan neonatologi, Putri Maharani, dalam acara yang sama.

Ia menekankan pentingnya penanganan yang tepat dimulai sejak bayi lahir, antara lain memilih rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap, terutama dalam penanganan gangguan pernapasan yang sering dialami bayi prematur.

Baca juga: 7 Pantangan Saat Menjenguk Bayi Baru Lahir

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.