Kompas.com - 28/01/2022, 15:10 WIB

KOMPAS.com - CEO Tesla Elon Musk dikabarkan menawari seorang remaja berusia 19 tahun uang sebesar 5.000 dollar AS atau setara Rp 71 juta untuk menghapus akun Twitter-nya.

Nominal tersebut ditawarkan kepada Jack Sweeney sebagai pemilik akun karena dia melacak jet pribadi milik Elon Musk.

Ulah Sweeney tampaknya membuat Elon Musk resah dan merasa tidak aman terhadap keberadaan dan informasi pribadinya.

Pasalnya, hasil pelacakan jet pribadi Elon Musk diunggah oleh Sweeney melalui akun Twitter Jet Elon Musk.

Dia lewat unggahannya menunjukkan pergerakan jet pribadi sang CEO SpaceX itu menggunakan bot pemantauan data lalu lintas udara yang tersedia untuk umum.

Dilansir dari The Insider, Sweeney yang baru berusia 19 tahun menerima pesan pada musim gugur tahun lalu pada pukul 12.13 dari Elon Musk.

"Bisakah Anda menurunkan ini? Ini adalah risiko keamanan," bunyi pesan yang dikirimkan Elon Musk.

Sweeney lantas menjawab pesan dari Elon Musk, tetapi dengan sebuah syarat.

"Ya, saya bisa, tetapi bisakah Anda memberikan (Tesla) Model 3," kata Sweeney.

Sayangnya, Elon Musk tidak suka dengan tanggapan itu, bahkan dia menyebut Sweeney sebagai "orang gila".

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.