Kompas.com - 01/04/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Saat memasuki usia remaja, biasanya anak mulai memerhatikan penampilan dan bentuk tubuhnya.

Namun tak jarang, memperhatikan penampilan itu malah berubah menjadi hal negatif karena anak mengalami kecemasan terhadap bentuk tubuhnya yang dianggap “tidak memenuhi standar kecantikan”.

Belum lagi jika orang terdekatnya, termasuk orangtua, mengomentari atau malah bercanda tentang bentuk tubuhnya. Menyebutnya gemuk seperti panda-misalnya.

Jika itu terjadi, bukan tak mungkin anak akan mengalami gangguan makan dan kepercayaan diri yang membahayakan kesehatan fisik dan mental anak.

Baca juga: Cegah Stunting, Orangtua Perlu Rutin Timbang Berat Badan Anak

Untuk itu, orangtua perlu berhati-hati dalam membicarakan soal berat badan dengan anak.

Untungnya, American Academy of Pediatrics (AAP) memiliki lima tips dan panduan jika kita ingin berbicara dengan makanan, pola makan, dan berat badan sebagai topiknya.

  • Jangan mempromosikan diet

Diet itu berisiko dan kontraproduktif.

Dalam sebuah penelitian yang meneliti beberapa anak berusia 14-15 tahun selama tiga tahun, ditemukan bahwa diet adalah prediktor paling penting dalam mengembangkan gangguan makan.

Anak-anak yang sangat membatasi kalori dan melewatkan makan 18 kali lebih mungkin mengalami gangguan makan dibanding mereka yang tidak berdiet.

Penelitian juga jelas menyebutkan bahwa berat badan anak tidak boleh diatur dengan melakukan diet.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.