Kompas.com - 05/07/2022, 09:30 WIB

Meski begitu, tingginya tingkat bakteri usus tertentu -seperti Morganella- telah dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi dan penyakit.

Pola makan untuk bantu turunkan depresi

Penulis studi menyampaikan, diet tidak bertahan lama karena pria menghadapi lebih banyak stigma makan sehat daripada wanita.

Namun, diet bisa dijadikan strategi jangka pendek sebelum mencari pilihan pengobatan lain untuk mengatasi depresi.

Beberapa pria sebenarnya merasa pola makan mereka penting untuk memperbaiki depresi.

Karena alasan itu mereka berkeinginan mengubah pola makan demi kesehatan mental.

Fakta tersebut terungkap dalam studi yang dipublikasikan di ResearchGate pada November 2020 lalu.

Di sisi lain, keterkaitan antara diet Mediterania dengan depresi tidak bisa dilepaskan dari pola makan orang Barat.

Pasalnya pola makan mereka cenderung tinggi makanan olahan dan gula halus.

Padahal keduanya telah dikaitkan dengan risiko depresi yang lebih tinggi.

Dengan begitu, ketika orang Barat mencoba menerapkan diet Mediterania tentu mereka bisa mendapatkan manfaat yang berbeda karena perbedaan pola makan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Sumber Fatherly


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.