Medio by KG Media
Siniar KG Media

Saat ini, aktivitas mendengarkan siniar (podcast) menjadi aktivitas ke-4 terfavorit dengan dominasi pendengar usia 18-35 tahun. Topik spesifik serta kontrol waktu dan tempat di tangan pendengar, memungkinkan pendengar untuk melakukan beberapa aktivitas sekaligus, menjadi nilai tambah dibanding medium lain.

Medio yang merupakan jaringan KG Media, hadir memberikan nilai tambah bagi ranah edukasi melalui konten audio yang berkualitas, yang dapat didengarkan kapan pun dan di mana pun. Kami akan membahas lebih mendalam setiap episode dari channel siniar yang belum terbahas pada episode tersebut.

Info dan kolaborasi: podcast@kgmedia.id

Menjadi Pendengar yang Baik untuk Bangun Ketahanan Mental

Kompas.com - 12/08/2022, 12:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Nika Halida Hashina dan Ristiana D. Putri

KOMPAS.com - Dalam hidup, kita perlu orang lain untuk menjadi pendengar. Karena adanya orang lain untuk teman bercerita atau unek-unek akan berpengaruh terhadap suasan hati, bahkan kesehatan mental.

Joel Salinas, dalam penelitiannya yang dikutip Verywell menjelaskan bahwa memiliki pendengar yang andal akan berdampak lebih besar daripada mendapat dukungan emosional perkataan.

Dengan mendengarkan secara suportif memiliki banyak manfaat, seperti munculnya ikatan dan perasaan disayangi. Perasaan ini turut menstimulasi otak anak untuk menjauhi perasaan-perasaan negatif. Maka dari itu, kesehatan mental anak akan turut terjaga.

Hal ini juga disinggung dalam salah satu episode siniar Anyaman Jiwa yang bertajuk “Saat yang Dibutuhkan Hanya Mendengarkan Penuh Perhatian”. Penjelasan mengapa seseorang lebih sulit mendengarkan dibandingkan berbicara dibahas tuntas oleh dr. Dharmawan A. Purnama, PhD. Psychiatrist, Psikiater dan Founder Smart Mind Center Consulting.

Kathleen Welsch-Bohmer, Ph.D, psikiatri di Duke University School of Medicine, mengatakan “Mendengarkan secara suportif adalah membiarkan seseorang membicarakan masalah atau sesuatu dalam pikiran mereka sementara kita mendengarkan dengan tenang dan tidak menghakimi.”

Baca juga: Ini Penjelasan Ilmiah untuk Fenomena Kesurupan

Dalam siniar Anyaman Jiwa di atas, dijelaskan pula bahwa dalam hubungan asmara, kemampuan sebagai pendengar yang suportif diperlukan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa memberikan dukungan dengan mendengarkan bermanfaat.

Membangun Kepercayaan di Antara Lawan Tutur

Komunikasi yang memiliki kesamaan frekuensi biasanya tergantung pada lingkungan yang tepat. Hal ini karena adanya rasa kepercayaan yang membuat satu sama lain saling memahami kapan waktunya harus mendengarkan dan berbicara.

Dapat dikatakan, mendengarkan itu perihal rasa hormat dan kepercayaan. Siapa pun diizinkan untuk berbicara tanpa rasa takut diejek atau tidak didengarkan.

Maka dari itu, belajar kemampuan mendengarkan dengan baik juga dapat membangun hubungan emosional.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.