Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketahui, Etika Turun dari Pesawat agar Tidak Mengganggu Orang Lain

Kompas.com - 18/09/2023, 18:07 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Wisnubrata

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bepergian dengan alat transportasi apa pun membutuhkan etika perjalanan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan orang lain di sekitar.

Hal ini juga sama pentingnya ketika kita bepergian menggunakan transportasi udara seperti pesawat.

Banyak orang sering kali mengabaikan aturan atau etika saat hendak turun dari pesawat, yang pada akhirnya bisa menyebabkan kekacauan.

Baca juga: Aturan Membawa Kosmetik ke Kabin Pesawat, Ini Panduannya

Untuk mencegah ketidaknyamanan yang dapat mengganggu orang lain, para ahli pun membagikan etika yang tepat saat turun dari pesawat, seperti dikutip melalui The Washington Post berikut ini.

1. Mengemas barang elektronik sebelum pesawat mendarat

Etika yang baik dimulai sejak di udara. Setelah pesawat mulai turun, itulah isyarat kita untuk mengemas barang-barang yang kita gunakan selama penerbangan.

"Ketika pramugari memberikan pengumuman bahwa sudah waktunya untuk menyimpan barang-barang elektronik, itu adalah waktu yang tepat untuk mulai memasukkannya ke dalam tas," ujar Abbie Unger, mantan pramugari yang memiliki sebuah perusahaan yang membantu para calon pramugari.

Periksa saku belakang kursi, kumpulkan sampah, dan pastikan kita membawa semua barang berharga, seperti gadget atau laptop, agar tidak tertinggal.

"Pastikan kita siap untuk pergi. Hal ini juga akan membantu kita untuk tidak melupakan apa pun," kata Unger.

"Karena ketika tanda untuk melepaskan sabuk pengaman berbunyi dan semua orang berdiri berdesakan, kita akan lupa untuk melihat segala sesuatunya," terangnya.

Di samping itu, ketika sudah giliran kita untuk keluar ke lorong pesawat, kita tidak ingin menjadi orang yang masih sibuk mengemas atau mencari barang-barang bawaan.

Apalagi kita harus segera mengambil barang bawaan dari kompartemen bagasi di atas kepala dengan cepat dan langsung berjalan ke pintu keluar. Hal ini menjadi lebih mudah jika kita siap sebelumnya.

2. Tetap duduk sampai tanda kencangkan sabuk pengaman dimatikan

Semua orang pasti ingin keluar dari pesawat dengan cepat, apa pun itu alasannya.

Tetapi, jika kita berdiri saat pesawat masih dalam posisi berjalan menuju ke area parkir, maka itu justru mengganggu.

"Ini terkait masalah keamanan," kata Jennifer Johnson, seorang pramugari dari sebuah maskapai penerbangan besar dan juga CEO dan pendiri Jetsetter Chic.

"Kami harus memberitahu pilot bahwa ada penumpang yang berdiri. Lalu, FAA [Federal Aviation Administration] biasanya tidak akan mengizinkan pesawat merapat jika hal itu terjadi.

"Jadi, kami harus menunggu sampai penumpang duduk," ungkapnya.

Menurut Johnson, hal ini sangat penting untuk keselamatan semua orang, sehingga sebaiknya kita duduk dan menunggu sampai pesawat diparkir di gerbang kedatangan.

Baca juga: Daftar Makanan yang Tidak Boleh Dibawa Dalam Pesawat ke Luar Negeri

3. Perhatikan penerbangan lanjutan

Jika kita memiliki penerbangan lanjutan dan waktunya mepet, jangan menunggu sampai tiba waktunya turun dari pesawat yang membuat kita merasa sangat panik.

Beritahu pramugari tentang penerbangan lanjutan yang membuat kita harus keluar sesegera mungkin.

Dengan cara ini mereka dapat memberikan informasi tentang penerbangan berikutnya, atau memindahkan tempat duduk kita ke tempat yang lebih dekat dengan bagian depan pesawat, atau membantu kita turun dari pesawat lebih cepat.

Bagi penumpang yang tidak memiliki penerbangan lanjutan yang mendesak, tetaplah duduk di tempat dan memperhatikan pengumuman pramugari tentang penerbangan berikutnya.

4. Perhatikan giliran saat hendak turun dari pesawat

Ketika tanda sabuk pengaman mati, semua orang mencoba untuk berdiri. Tapi, pastikan agar kita tetap memperhatikan giliran kita saat keluar lorong dan turun dari pesawat.

"Perhatikan apa yang terjadi di sekitar, sehingga kita dapat melihat kapan barisan kita bisa mulai bergerak," kata Unger.

Meskipun tidak masalah untuk berdiri, namun sebaiknya tunggu untuk bergerak ke lorong dan mengambil barang-barang sampai giliran barisan kita.

Giliran kita dapat bervariasi dalam situasi tertentu, tetapi biasanya adalah ketika barisan di depan telah keluar.

"Jangan mencoba masuk ke lorong sebelum giliran kita untuk berjaga-jaga jika orang yang berada di barisan depan meletakkan tasnya beberapa baris di belakang mereka," terang Unger.

Dan jika kita menaruh tas di barisan belakang, jangan masuk ke lorong lalu melawan arus untuk mengambilnya. Keluarlah ketika lorong sudah kosong, sehingga kita tidak menghambat jalan.

Merupakan tindakan yang baik untuk mempersilakan orang lain mendahului kita jika kita memiliki banyak barang yang harus diambil.

"Jika kita siap ketika giliran kita tiba, maka kita bisa pergi. Jika belum, maka itu bukan giliran kita. Jadi, tunggu sampai kita siap, baru kemudian kita bisa pergi," lanjut Unger.

5. Jangan lupa berterima kasih

Saat turun dari pesawat, jangan lupa untuk berterima kasih kepada kru penerbangan yang telah mengantarkan kita sampai tempat tujuan.

Banyak interaksi mereka dengan para penumpang bisa jadi negatif, jadi senyuman atau ucapan terima kasih akan sangat berarti.

Kita semua memiliki pertemuan yang harus segera dilakukan, orang-orang terkasih yang harus dijumpai, atau penerbangan lain yang harus dikejar, jadi cobalah untuk turun dari pesawat sesuai dengan etika dan efisien agar prosesnya menjadi lebih baik bagi semua orang.

Baca juga: 10 Etika Bepergian Naik Pesawat agar Penumpang Lain Tidak Kesal

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com