Waspadai, 5 Risiko Hobi "Ngemil" di Malam Hari

Kompas.com - 05/04/2018, 23:00 WIB
Ilustrasi makan keripik kentang ThinkStock/gpointstudioIlustrasi makan keripik kentang

KOMPAS.com -  Memang, tak ada yang bisa menyangkal kenikmatan ngemil di malam hari. Namun, ternyata ada banyak alasan yang membuat 'kenikmatan' ini harus dijauhi.

Selain menyebabkan penambahan berat badan, efek jangka panjang dari kebiasaan ini adalah peningkatan risiko diabetes, tingkat stres yang lebih tinggi, hingga gangguan tidur.

Tubuh seringkali mendambakan makanan tinggi gula, tinggi lemak, dan tinggi garam, dan itu dapat dipenuhi lewat makanan ringan seperti coklat, es krim, dan alkohol saat larut malam.

Selain itu, minum alkohol juga membuat kita cenderung membuat pilihan makanan yang buruk, -misalnya, menyantap makanan berminyak seperti kebab, keripik, dan pizza.

Berikut ini adalah lima alasan mengapa kita harus melepaskan kebiasaan buruk ini saat waktu tidur tiba, seperti dilansir laman Express.

1. Menambah berat badan

Makan di jam sebelum tidur membuat kita membutuhkan sedikit waktu untuk membakar kalori ekstra.

Ahli gizi, Jenna Hope mengatakan, terdapat hubungan yang signifikan antara makan larut malam dan persentase lemak tubuh yang lebih tinggi.

"Ini bisa menjadi hasil dari kelebihan asupan kalori karena jendela makan lebih lama setiap hari atau akibat dari perubahan hormonal," papar dia.

Baca: Benarkah Makan Larut Malam Menaikkan Berat Badan?

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X