Simak, 9 Alasan Sehat untuk Berhenti Minum Soda - Kompas.com

Simak, 9 Alasan Sehat untuk Berhenti Minum Soda

Kompas.com - 12/06/2018, 20:30 WIB
.VIA THINKSTOCK .

KOMPAS.com - Sudah banyak anjuran kesehatan yang menyarankan kita untuk tak mengonsumsi soda.

Alasannya ternyata beragam. Tak ada salahnya kita menyimaknya kembali satu-per satu, untuk membuka pemahaman kita tentang hal ini. Bukan begitu?

1. Mengurangi asupan nutrisi untuk tubuh

Orang-orang yang memilih minum soda ketimbang minuman sehat akan lebih sedikit mendapat asupan nutrisi seperti vitamin A, kalsium, dan magnesium.

Mereka justru mendapatkan asam fosforik yang bisa mengosongkan kalsium dan magnesium, dua nutrisi yang menjaga imunitas pada tubuh.

Pastikan kamu tak kekurangan asupan nutrisi penting tersebut.

Baca juga: Jalan-Jalan ke Semarang, Yuk Makan Ikan Bandeng Kaya Nutrisi

2. Risiko diabetes meningkat

Satu kaleng soda bisa mengandung 10 sendok teh gula. Asupan gula yang terlalu banyak bisa mengakibatkan lonjakan gula darah, serta menyebabkan reaksi insulin pada tubuh.

Minum soda secara rutin bisa menyebabkan naiknya berat badan, diabetes, dan penyakit lainnya.

Soda juga mengandung sirup jagung tinggi fruktosa yang bisa memicu produksi radikal bebas dan kerap dikaitkan dengan kerusakan jaringan, diabetes, dan komplikasi diabetes.

Baca juga: Waspadai, Diet Intermittent Picu Risiko Diabetes

3. Merusak lingkungan

Botol soda plastik dan juga botol plastik minuman lainnya mengandung bahan kimia berbahaya yang disebut bisphenol A (BPA).

Kandungan tersebut bisa larut dari botol ke dalam soda dan masuk ke dalam tubuh ketika diminum.

Beberapa bukti menunjukkan dampak BPA terhadap gangguan kesehatan, seperti gangguan sistem imun.

Pakar kesehatan masyarakat merekomendasikan agar anak-anak dilindungi dari paparan produk yang mengandung BPA. Terutama produk yang dikonsumsi sehari-hari.

4. Menambah berat badan

Beberapa orang menganggap soda diet lebih baik dari soda biasa. Namun, faktanya soda diet juga berkontribusi menaikkan berat badan.

Studi terhadap 1.550 orang menemukan, orang-orang yang mengonsumsi soda diet memiliki 41 persen risiko kelebihan berat badan, atau obesitas pada setiap botol soda yang mereka minum setiap harinya.

Baca juga: Minum Jus Buah Tiap Hari Tingkatkan Potensi Obesitas pada Anak

Ternyata, rasa manis apa pun akan memberikan sinyal pada sel tubuh untuk menyimpan lemak dan karbohidrat, yang akan membuatmu semakin lapar.

Rasa manis juga menaikkan pelepasan insulin yang akan menghambat tubuh membakar lemak.

Belum pula ada studi yang membuktikan, minum diet soda bisa membantu menurunkan berat badan.

5. Mengandung asam fosforik

Asam fosforik menghalangi kemampuan tubuh menyerap kalsium secara alami. Kurangnya asupan kalsium akan membuat ketahanan tulang melemah, osteoporosis dan lubang di gigi.

Kandungan ini juga akan berakibat buruk terhadap asam di dalan perut karena akan menghalangi penyerapan nutrisi dan memperlambat proses pencernaan.

6. Dehidrasi

Minum soda bisa membuat tubuh dehidrasi karena kandungan gula, sodium dan kafein yang tinggi pada minuman bersoda.

Banyak orang akan mengonsumsi soda bersama dengan makanan.

Oleh karena itu, kebanyakan dari mereka juga tak mengonsumsi air pada saat yang bersamaan. Pada akhirnya, asupan air harian tak terpenuhi.

7. Soda diet mengandung pemanis buatan

Soda diet mengandung aspartam dan bisa lebih berbahaya daripada gula.

Sejumlah laporan menunjukkan, aspartam kerap dikaitkan dengan penyakit seperti serangan jantung, tumor otak, sklerosis multipel, diabetes, ganggun emosional, dan gangguan kesehatan lainnya.

Baca juga: Cermati, 18 Risiko Menakutkan bagi Peminum Soda Diet

8. Tidak bernutrisi

Soda juga tak memiliki kandungan nutrisi apa pun. Tidak ada efek positif minum soda kecuali rasanya yang mungkin enak dan menyegarkan.

9. Merusak gigi

Meminum soda secara rutin bisa menyebabkan munculnya plak gigi yang akan memicu timbulnya lubang serta penyakit gusi.

Selain itu, saat bakteri alami dalam mulut diberi makan gula dari soda, bakteri tersebut akan membentuk asam.

Asam tersebut akan memicu pembusukan gigi dan terjadinya lubang gigi.


Close Ads X