Cheat Meals Bisa Merusak Diet, Benarkah?

Kompas.com - 07/08/2020, 23:20 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Kamu selalu memperhatikan apa yang kamu makan, bahkan termasuk membatasi kalori.

Tetapi ada kalanya kamu mengonsumsi beberapa jenis makanan yang kamu inginkan, yang tak termasuk dalam rencana penurunan berat badan – atau biasa disebut cheat meals.

Menurut sebagian ahli diet, mengonsumsi cheat meals hanya akan mengacaukan program diet yang sedang dijalani.

Namun, ada juga anggapan bahwa menahan diri untuk menimati makanan tertentu akan membuat kita tersiksa dan cenderung ‘balas dendam’ saat ada kesempatan menikmatinya.

Baca juga: Diet Fleksibel ala Hilary Duff, Masih Bisa Makan Cokelat dan Roti

Jadi sebenarnya, 'cheat meals' berefek baik atau buruk pada diet? Berikut pendapat para ahli diet:

Cheat meals tidak pernah baik untuk diet

“Dengan 'cheat meals', satu-satunya hal yang kamu lakukan adalah menipu diri sendiri,” kata ahli diet terdaftar, Anna Taylor, MS, RD, LD, CDE.

Jika kamu berharap menurunkan 1 kilogram seminggu dan membakar 2.000 kalori per hari, kamu harus mengurangi 500 kalori per hari. Itu artinya kamu harus mengonsumsi tidak lebih dari 1.500 kalori per hari.

Jika kamu mengonsumsi cheat meals yang terdiri dari burger dengan kentang goreng dan soda, itu akan membuatmu mengonsumsi lebih dari 2.000 kalori.

“Setelah kamu menambahkan makanan dan camilan lain di hari yang sama, maka itu akan benar-benar menggagalkan setengah kerja keras yang telah kamu lakukan dalam memenuhi target kalori dan olahraga sepanjang minggu,” katanya.

Baca juga: Hati-hati, Diet Rendah Kalori Bisa Berdampak Buruk pada Tulang

Cheat meals boleh dikonsumsi asal diimbangi olahraga

Sementara itu di sisi lain, menurut ahli diet terdaftar Kate Patton, MEd, RD, CSSD, LD, tak ada masalah sesekali menikmati cheat meals sebagai hadiah positif atas usaha yang telah kamu lakukan - selama kamu mengimbangi kalori ekstra dengan tetap berolahraga pada hari itu.

"Kamu bisa berolahraga untuk jangka waktu yang lebih lama atau dengan intensitas yang lebih besar, misalnya," katanya.

Apakah cheat meals membantu atau menggagalkan program diet yang sedang dijalankan, hal itu tergantung pada orangnya, demikan kata Julia Zumpano, RD, LD.

"Jika kamu merasa ‘rugi’ dengan memakan sepotong kue, atau burger dan kentang goreng, dan merasa tidak merasa harus memesan salah satu dari menu tersebut, tentu saja hal tersebut akan menghasilkan efek jangka panjang yang lebih baik," katanya.

Tapi ketahuilah, bahwa memanjakan diri dengan makanan "terlarang", bisa berisiko membuat kamu kembali mendambakannya di lain waktu.

"Dan jika kamu memiliki riwayat makan berlebihan, cheat meals dapat kembali memicu perilaku tersebut," catatnya.

Baca juga: Berapa Banyak Cheat Meals Jika Ingin Turunkan Berat Badan?

 

Nikmati cheat meals dengan cara cerdas

Jika kamu memutuskan untuk tetap menikmati cheat meals, Kristin Kirkpatrick, MS, RD, LD, merekomendasikan strategi, agar diet yang sedang kamu jalani tak terganggu.

"Jangan menjadikan cheat meals sebagai kesempatan untuk ‘balas dendam’ pada pola makan yang telah kamu jalani," katanya.

“Sesekali biarkan dirimu keluar dari pola diet saat merayakan acara istimewa. Namun, itu pun jika kamu merasa tidak perlu menikmati cheat meals, maka jangan melakukannya. Ini adalah sesuatu yang tak perlu dipaksakan. "

Selain itu, Patton menambahkan, ketika menikmati cheat meals usahakan untuk tetap mengonsumsinya secara sehat, dengan membatasi kalori:

- Pilih burger standar, bukan burger dengan dua lembar keju dan dua lembar daging.

- Berbagi kentang goreng. Hindari menghabiskan satu porsi sendiri.

- Tak perlu menghabiskan satu potong besar cake. Kamu cukup menikmati dua hingga tiga suap dari sendok kecil.

Baca juga: Wanita Ini Sukses Kendalikan Diabetes dengan Diet Keto dan Intermiten

Bagaimana diet berhasil?

“Jika kamu harus menciptakan pola untuk mengonsumsi cheat meals, maka kemungkinan diet yang kamu jalani tak berjalan baik. Masalahnya, memang banyak diet yang terlalu ketat, kata Taylor.

“Semua yang kamu makan tidak perlu memenuhi angan-angan para ahli diet. Mulailah dengan dasar mengonsumsi produk kaya serat, biji-bijian, protein tanpa lemak, susu rendah lemak, dan lemak sehat,” katanya.

Kemudian berikan diri sendiri fleksibilitas:

- Untuk menjaga kesehatan, konsumsi makanan sehat 80 persen setiap saat, dan berikan 20 persen ruang gerak (cobalah berlatih mengontrol porsi).

- Untuk meningkatkan kesehatan, konsumsi makanan sehat 90 persen setiap saat, dan berikan 10 persen kebebasan.

Intinya adalah, jangan pernah menggunakan makanan untuk memberi penghargaan, menghukum, atau menghibur diri sendiri.

Menjalin hubungan yang sehat dengan makanan memang membutuhkan perjuanagketika itu berhasil, maka kamu akan menikmati berat badan yang sehat - sambil menikmati makanan.

Baca juga: 5 Jenis Diet yang Terbukti Efektif Secara Ilmiah



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X