Kompas.com - 16/09/2020, 16:52 WIB
Ilustrasi menimbang berat badan nyulIlustrasi menimbang berat badan
Editor Wisnubrata

Jenis makanan-makanan ini bersifat “menenangkan”. Namun, sayangnya, solusi instan jangka pendek ini justru menjadi penyebab berat badan naik selama pandemi.

Seseorang bisa terperangkap dalam siklus pola makan tidak sehat dan terus-menerus mengonsumsi makanan kurang bernutrisi.

Konsekuensi lainnya adalah risiko mengalami penyakit jantung, diabetes, obesitas, hingga masalah emosional, seperti depresi dan cemas berlebih.

Baca juga: Stres karena Kesepian di Masa Pandemi, Harus Bagaimana?

2. Hormon stres

Saat merasa stres, otak akan memproduksi hormon stres ke aliran darah, berupa kortisol dan adrenalin. Untuk mengimbanginya, otot dan liver akan mengeluarkan glukosa sehingga tubuh terasa lebih berenergi.

Menurut riset, glukosa ini harus diisi ulang setelah perasaan stres berlalu. Akibatnya, muncul keinginan untuk mengonsumsi makanan manis, tinggi sodium, dan berlemak.

Akumulasi lemak dan gula yang dikonsumsi ini tanpa sadar telah menumpuk di beberapa bagian tubuh, yang paling mudah adalah di perut. Dalam jangka panjang, ini akan menimbulkan sindrom metabolik.

Baca juga: 5 Tanda Gangguan Hormon yang Picu Kegemukan

3. Tidak banyak bergerak

Diharuskan berada di rumah selama berbulan-bulan terkadang membuat seseorang tak lagi banyak bergerak seperti sebelumnya.

Jika rutinitas pagi biasa dimulai dengan jogging atau mengakhiri hari dengan mampir ke gym, kini tidak lagi.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X