Kompas.com - 26/01/2021, 18:17 WIB
Ilustrasi mandi, mengenakan jubah mandi. SHUTTERSTOCK/SERGEY MIRONOVIlustrasi mandi, mengenakan jubah mandi.

KOMPAS.com— Walau sudah menjaga kebersihan organ intim namun gatal pada vagina bisa jada terjadi dan ini hal yang normal.

“Gatal pada vagina sangat umum, tetapi ada perbedaan besar antara sedikit gatal dan yang membuat tidak bisa tidur karena tidak tahan,” kata Lauren Streicher, MD, seorang profesor kebidanan klinis dan ginekologi.

Gatal pada vagina dinyatakan tidak normal jika terjadi terus menerus dan tak lagi bisa tertahankan. Jika kamu mengalaminya, periksakan ke dokter kulit dan kelamin untuk mendapatkan penjelasan.

”Jika ada yang melepuh atau ruam di sana, itu bisa menjadi tanda IMS (Infeksi Menular Seksual),” kata Streicher.

Baca juga: Gejala Infeksi Jamur Vagina dan Penyebabnya

Jonathan Schaffir, MD, dokter obgyn di The Ohio State University Wexner Medical Center mengatakan, penyebab lain dari gatalnya vagina adalah adanya kutu pada kemaluan.

Kutu bisa menyebabkan rasa gatal yang sangat hebat sehingga perlu diobati dengan obat resep dari dokter

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selain infeksi (jamur atau bakteri), alergi atau kondisi kulit mungkin menjadi penyebabnya," tambah Alyssa Dweck , MD, seorang dokter kandungan yang berbasis di Westchester County, New York.

Jika vagina tetap gatal dan sesekali mengalami iritasi, kamu bisa mencoba menjalani pengobatan rumahan.

Beberapa tips mengatasi gatal pada vagina berikut ini:

Baca juga: Pentingkah Membahas Infeksi Menular Seksual dengan Pasangan?

1. Cek sabun yang dipakai

Vulva adalah area sensitif. Beberapa sabun mandi, terutama yang mengandung wewangian, dapat membuat kemaluan terasa gatal.

Untuk itu, cobalah beralih ke sabun hipoalergenik dan lihat manfaatnya.

“Kadang-kadang hanya dengan menghilangkan produk tertentu akan membuat semua perbedaan,” kata Schaffir.

IlustrasiiStockphoto Ilustrasi

2. Ganti merek pembalut

Beberapa wanita mengalami reaksi alergi terhadap pembalut tertentu, yang dapat memicu kasus gatal yang serius. Biasanya penyebabnya adalah kandungan parfum dalam pembalut.

Jika merasa sangat gatal di sekitar menstruasi, ganti pembalut dan pilih pembalut tanpa pewangi, atau bahkan pembalut dan tampon organik.

Baca juga: Menstrual Cup Sama Efektifnya dengan Pembalut dan Tampon

3. Gunakan krim yang dijual bebas, seperti Vagisil

“Krim vagisil dirancang untuk membantu melawan gatal pada vagina dan dapat menenangkan rasa gatal,” kata Schaffir.

Vagisil bekerja dengan membentuk pelindung di atas kulit untuk membuatnya terasa lebih baik dan menghindarkan vagina dari iritasi karena gatal.

Gunakan krim ini setiap kamu merasa gatal yang mungkin disebabkan oleh antibiotik atau keputihan.

Baca juga: Bagaimana Membedakan Keputihan Normal dan Abnormal? Ini Penjelasannya

4. Oleskan petroleum jelly

Jika kamu merasa gatal yang mungkin disertai dengan perasaan seperti terbakar saat buang air kecil, tambahkan sedikit petroleum jelly ke area tersebut, lalu bersihkan dengan air, dan berhati-hatilah saat menyeka kemaluan.

Namun merek tertentu dari petroleum jelly bisa memperburuk infeksi jamur. Untuk itu carilah produk yang bisa membuat kulit tetap bernapas dan bisa menenangkan rasa gatal.

5. Gunakan krim infeksi jamur

“Banyak wanita berasumsi bahwa mereka mengalami infeksi jamur setiap kali mereka mengalami gatal pada vagina, namun tidak selalu demikian,” kata Streicher.

Namun, jika kamu pernah mengalami infeksi jamur sebelumnya dan tahu benar bahwa masalah itulah yang sedang kamu hadapi, krim untuk infeksi jamur bisa kamu pakai. Karena infeksi jamur tak hanya bisa menyerang vagina, tapi juga bagian vulva.

Baca juga: Perlukah Vagina Dibersihkan Secara Khusus?

6. Mandi dengan air hangat

Mandi air panas dapat memberikan lebih dari sedikit relaksasi saat mengalami gatal pada vagina.  Jangan ragu untuk menambahkan garam Epsom polos atau garam mandi oatmeal.

Setelah itu, keringkan area vagina dengan hair dryer dengan pengaturan rendah yang sejuk.

7. Cobalah krim hidrokortison

Krim hidrokortison sering kali digunakan untuk mengatasi iritasi kulit ringan. Krim ini juga dapat membantu mengatasi gatal di bagian luar vagina. Hanya saja, jangan memasukkan krim ini ke dalam vagina, karena dapat memperburuk peradangan.

Baca juga: Waspada, WFH Bikin Perempuan Jadi Sering Keputihan

8. Terapkan kompres es atau terapi pendinginan lainnya

“Menerapkan perawatan dingin seperti kompres es atau bantalan pendingin yang dijual bebas dapat memberikan rasa lega,” kata Dweck.

Pastikan untuk menggunakannya dengan pembatas kain seperti pakaian dalam atau handuk. Jangan langsung meletakkan es di atas bagian yang gatal.  Karena ini justru akan membuat bagian kemaluan menjadi semakin iritasi.

Ilustrasi mandiShutterstock Ilustrasi mandi

9. Pilihlah pakaian dalam berbahan katun

Material pakaian dalam tertentu dapat menyebabkan iritasi dan gatal eksra, jadi memakai celana dalam katun mungkin pilihan terbaik. 

10. Coba metode penghilangan rambut kemaluan

Jika kamu kerap mencukur area vagina dan menyadari bahwa itu selalu diikuti dengan rasa gatal, pertimbangkan metode lain, seperti penghilangan bulu dengan laser, elektrolisis, atau waxing.

Baca juga: Meski Sakit, Waxing Ternyata Punya 4 Manfaat untuk Bulu dan Kulit

11. Lembapkan area luar

Gatal pada vagina mungkin disebabkan oleh kulit kering, jadi pertimbangkan pelembab hipoalergenik tanpa petrolatum yang dapat memperburuk masalah.

12. Pertimbangkan terapi hormon

Jika semuanya gagal, estrogen vagina mungkin berhasil jika estrogen rendah yang menjadi masalah.

“Esterogen rendah bisa terjadi karena menopause, penggunaan kontrasepsi hormonal, menyusui, atau minum obat tertentu,” jelas Dweck.

Intinya, meskipun pengobatan rumahan untuk gatal-gatal pada vagina ini bisa menjadi solusi sementara, tapi jika rasa gatal tak kunjung mereda, kunjungi dokter untuk pengobatan yang tepat.

Baca juga: Vagina Bau? Cermati Penyebab dan Cara Mengatasinya



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.