Kompas.com - 06/07/2021, 11:12 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

Adapun gangguan metabolik ini menempatkan kita pada risiko penyakit kronis seperti jantung, diabetes, dan stroke yang lebih besar.

Risiko penyakit yang lebih tinggi

Konsumsi makanan tinggi fruktosa dari soft drink dan makanan manis lain berkontribusi menaikkan berat badan dan memperlambat metabolisme.

Sebab, trigliserida dari fruktosa menumpuk di hati, sehingga dapat merusak fungsi hati atau memicu penyakit hati berlemak.

Baca juga: Waspadai, 4 Dampak Buruk pada Liver akibat Minum Soft Drink

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan fruktosa yang tinggi juga bisa menyebabkan hipertensi.

Kendati demikian, ini bukan berarti kita tidak boleh minum soft drink sama sekali. Tetapi, batasi konsumsinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Eat This
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.