Kompas.com - 02/07/2022, 22:34 WIB

Seperti kita tahu, gangguan kesehatan mental itu hadir dengan nama dan gejala yang sangat beragam.

Bisa kita ambil contoh beberapa kondisi depresi, kecemasan, Post-traumatic stress disorder (PTSD) hingga 200 bentuk penyakit lainnya.

Masing-masing dari gangguan itu memerlukan penanganan yang tidak sama.

Oleh karena itu, mencoba mendiagnosis diri sendiri yang cuma bermodalkan informasi di internet bisa menimbulkan gejala lain dan memperburuk kualitas hidup.

2. Tidak mengetahui langkah penanganan

Kebanyakan kasus mendiagnosis diri sendiri dari internet adalah hanya mencari gejala hingga tanda-tandanya.

Sedangkan penanganan yang tepat tidak ditelusuri dengan baik.

Akibatnya, masalah yang sebenarnya mudah diatasi dengan medis, malah bertambah buruk.

Kita tidak bisa mengetahui apakah seseorang dengan gangguan mental perlu perawatan intensif atau tidak tanpa bantuan medis.

Melansir News Medical, mengira-ngira apa yang dialami hanya berdasarkan cocoklogi, bisa memperburuk keadaan.

Baca juga: Terjebak Self-Diagnose karena Media Sosial

3. Menyulitkan pasien dan praktisi medis

Selama mendiagnosis diri sendiri, seringkali pasien akan menilai gejala-gejala yang hanya diterima oleh akal sehat mereka.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.