KOMPAS.com - Tidak semua orang, baik yang masih anak-anak, remaja, maupun dewasa, dapat berdamai dengan masa lalunya setelah di-bully.
Mereka kemungkinan kesulitan untuk membangkitkan keprcayaan diri dan merasakan berbagai hal karena pengalaman hidupnya yang tak enak.
Ada kecenderungan korban bullying malah melukai diri sendiri atau balik merundung orang lain karena mereka dulunya pernah mengalami bullying.
Oleh sebab itu, penting bagi korban bullying untuk mendapat pendampingan dari orangtua, guru, teman, maupun konselor untuk mengatasi masalahnya.
Tujuannya supaya mereka menjadi pribadi yang lebih baik, luka batinnya tersembuhkan, dan tidak memperpanjang siklus bullying.
Baca juga: 7 Ciri-ciri Anak Menjadi Korban Bullying, Orangtua Wajib Tahu
Jangan kira korban bullying menjadi sosok yang lebih berempati ketika melihat orang lain, entah teman atau saudara, yang mengalami bullying.
Pasalnya, tidak menutup kemungkinan mereka malah menjadi pelaku berikutnya dari bullying untuk membalaskan dendam masa lalunya.
Dilansir dari Very Well Mind, korban bullying didefinisikan sebagai target pelaku perundungan yang juga menindas orang lain.
Perilaku intimidasi dari mereka muncul setelah berulang kali dirundung supaya mendapatkan kembali kekuatan dalam hidup setelah di-bully.
Nah, orang yang disasar korban bullying yang mau merundung adalah mereka yang lebih lemah atau rentan.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.