Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

7 Kondisi yang Membuat Kita Lebih Rentan Digigit Ular

KOMPAS.com - Ada beberapa alasan yang dapat dipahami mengapa ular dapat melancarkan gigitan kepada manusia.

Karena alasan itu ular menjadi salah satu reptil yang ditakuti karena tergolong berbahaya -di samping bentuknya yang menyeramkan.

Ular dpat ditemukan di berbagai tempat, mulai dari hutan dan pohon, termasuk area pemukiman, seperti halaman, selokan, dan rumah.

Ketika ular bersembunyi, hewan melata ini sebenarnya lebih suka mencari mangsa dan menghangatkan tubuh daripada mengusik manusia.

Ular bahkan cenderung menghindari manusia, dan melarikan diri ketika bertemu seseorang.

Tapi, dalam beberapa kasus ular dapat melancarkan serangan dan menimbulkan bekas gigitan yang berisiko menyebabkan kematian.

Alasan ular menggigit manusia

Alasan utama mengapa ular menggigit adalah lantaran merasa terancam ketika hewan ini berusaha ditangkap atau dibunuh.

Di samping itu, ada beberapa sebab mengapa manusia lebih rentan digigit ular, dan hal ini jarang disadari.

1. Melewati habitat ular

Momen bermain di hutan atau mendaki gunung yang seharusnya menyenangkan bisa berubah menjadi malapetaka karena aktivitas ini berisiko.

Ular dapat menggigit manusia ketika mereka berjalan di luar jalur yang sebenarnya merupakan habitat ular.

Menurut penasihat dokter hewan, Georgina Ushi Phillips, DVM, ular adalah reptil yang suka bersembunyi di rerumputan tinggi.

Di samping itu, daerah berbatu seperti yang sudah disebutkan dan tempat lain yang bisa digunakan berlindung juga disukai oleh ular.

Ia mengatakan bahwa orang yang mengambil rute di luar jalur pendakian berisiko digigit ular karena satu alasan.

Alasannya adalah ular lebih suka memilih tempat yang jauh dari jalur manusia untuk berjemur.

Itu mengindikasikan bahwa orang yang mengambil rute di luar jalur dapat bertemu bahkan digigit ular yang sedang berjemur.

2. Keliru memakai alas kaki

Keliru memakai alas kaki menjadi alasan lain mengapa ular dengan mudah melancarkan serangan -terlebih ketika bertemu manusia di alam terbuka.

Manusia berisiko besar menemukan hewan melata tersebut ketika mereka mendatangi tempat yang cenderung lebih hangat.

Menurut pakar ular, Jennifer Mecham, keliru memakai alas kaki -seperti sandal- membuat ular mudah menggigit manusia.

Alasannya jelas bahwa sandal tidak mampu memproteksi keseluruhan kaki sehingga bagian ini menjadi sasaran empuk bagi ular.

Karena alasan itu, ia tidak menyarankan penggunaan sandal di alam terbuka karena kaki masih berisiko terkena bisa walau mampu menghindari gigitan ular.

3. Ceroboh memelihara ular

Disadari atau tidak, ular peliharaan ternyata dapat menggigit majikannya apabila mereka tidak berhati-hati ketika merawatnya.

Philips mengatakan, risiko ular peliharaan menggigit semakin tinggi apabila hewan melata ini dipegang ketika kondisi lapar atau sedang makan.

Kemungkinan seperti itu dapat terjadi mengingat ular adalah reptil naluriah yang mencium bau makanan di tangan manusia.

Maka dari itu, Philips menyarankan siapa pun yang memelihara ular untuk berhati-hati dan mencuci tangan mereka sebelum memegang hewan peliharaannya.

4. Menginjak ular

Salah satu hal yang tidak diinginkan siapa pun adalah menginjak ular ketika berjalan, baik di lahan yang dipenuhi dedaunan, rumput, atau bebatuan.

Tak bisa dimungkiri bahwa sisik tubuh ular dapat berkamuflase dengan kondisi di sekitar yang sulit dideteksi oleh mata manusia.

Dalam hal ini, Mecham mengatakan, kebanyakan ular pada dasarnya tidak agresif dan lebih memilih menghindari konfrontasi.

Tapi, ketika ular terinjak oleh kaki manusia, hewan melata ini dapat melancarkan serangan sebagai bentuk pertahannya.

Untuk mencegah risiko tersebut, Mecham menyarankan supaya siapa pun berhati-hati ketika berjalan dan mengenakan celana panjang serta sepatu.

Melindungi kulit semaksimal mungkin membantu untuk menghindarkan diri dari kemungkinan digigit ular yang terinjak kaki manusia.

Kalau pun ular telanjur digigit, tindakan yang wajib dilakukan adalah bersikap tenang dan segera menjauh dari ular.

Mecham tidak menyarankan ular untuk dipegang apalagi berusaha dibunuh karena reptil berbisa ini dapat melancarkan serangan.

5. Musim ular keluar

Risiko manusia digigit ular semakin tinggi ketika musim ular yang biasanya terjadi pada bulan Oktober-Maret.

Selama periode itu, ular memanfaatkan musim hujan untuk bertelur sekaligus menetaskan telurnya di berbagai tempat, termasuk rumah.

Ada kemungkinan juga ular memilih menghangatkan tubuhnya ketika cuaca panas yang membuat hewan ini bertemu dengan manusia.

Ketika kondisi seperti itu, keinginan untuk mendaki sebaiknya dipertimbangkan apabila tidak mau digigit ular.

6. Berinteraksi dengan ular terlalu dekat

Melihat bahkan berusaha berinteraksi dengan ular dalam jarak yang dekat dapat memancing hewan melata ini untuk menggigit.

Kemungkinan ular melancarkan serangan semakin besar apabila mereka merasa terancam dengan interaksi yang ditunjukkan manusia.

Ular memilih untuk menggigit sebagai mekanisme pertahanan terakhirnya untuk mempertahankan hidup mereka.

Philip menjelaskan bahwa ular yang merasa terancam dapat melakukan serangan sekitar setengah dari panjang tubuhnya.

Karena kemampuan yang dimiliki, sangat sulit untuk memperkirakan berapa panjang ular yang sebenarnya dan memprediksi jarak serangan ke arah manusia.

Sekali lagi, berhati-hatilah ketika berhadapan dengan ular, termasuk saat mendaki bahkan kala membersihkan pekarangan dan loteng rumah.

Tempat itu pula yang menempatkan manusia pada risiko digigit ular apabila mereka tidak berhati-hati.

Mengingat halaman rumah mudah disusupi ular, tempat ini sebaiknya dibersihkan dari puing-puing dan rumputnya rutin dipotong.

Dengan begitu, penghuni rumah bisa mengurangi populasi tikus dan hewan lainnya yang menjadi mangsa favorit ular.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/11/17/110551920/7-kondisi-yang-membuat-kita-lebih-rentan-digigit-ular

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke