Berendam Air Panas Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Kompas.com - 30/03/2020, 20:12 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

KOMPAS.com - Apakah keadaan dunia saat ini membuat dada sedikit kencang atau jantung berdetak lebih cepat?

Jika iya, mungkin ini saatnya kamu harus sedikit rileks. Beberapa hal bisa dilakukan untuk mengurangi stres yang dapat memicu penyakit stroke maupun jantung. Salah satunya adalah mandi air panas atau berendam air panas.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Heart mengungkapkan bahwa di Jepang, di mana mandi adalah bagian penting dari budaya, mereka yang mandi air panas sering menunjukkan penurunan risiko penyakit kardiovaskular atau stroke yang signifikan.

Baca juga: Yang Harus Dilakukan untuk Mencegah Penyakit Jantung

Para peneliti melacak kebiasaan mandi dan risiko penyakit kardiovaskular lebih dari 30.000 orang dewasa Jepang selama 20 tahun.

“Kami menemukan, bahwa sering mandi dengan kolam air panas secara signifikan dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah, menunjukkan bahwa efek menguntungkan dari mandi dengan kolam air panas pada risiko (penyakit kardiovaskular) mungkin sebagian karena berkurangnya risiko terkena hipertensi,” kata para peneliti.

Menurut penelitian, mandi air panas setiap hari dikaitkan dengan 28 persen risiko penyakit jantung dan 26 persen risiko stroke yang lebih rendah.

Namun untuk orang yang berendam lebih lama di air yang lebih panas, risiko penyakit kardiovaskular justru melonjak hingga 35 persen.

Sementara, untuk risiko stroke tidak lebih rendah dengan hanya mandi dengan air panas.

Baca juga: Seperti Olahraga, Berendam Air Panas Pun Bakar Kalori

“Kami menemukan bahwa sering mandi kolam air panas secara signifikan dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah," tulis tim peneliti , yang dipimpin oleh Dr. Hiroyasu Iso, seorang profesor kedokteran sosial dan lingkungan di Universitas Osaka di Jepang.

"Ini menunjukkan bahwa efek menguntungkan dari mandi di kolam air panas adalah penurunan pada risiko (penyakit jantung). Sebagian mungkin disebabkan oleh penurunan risiko terkena hipertensi.” 

Mengapa mandi air panas berpengaruh?

Para peneliti percaya bahwa panasnya air bekerja untuk menurunkan tekanan darah sambil meningkatkan detak jantung dan meningkatkan sesuatu yang disebut fungsi hemodinamik, yang, dalam istilah awam, adalah seberapa efektif jantung memompa darah ke semua organ dalam tubuh.

Itu adalah hasil yang sama yang banyak orang dapatkan dari aktivitas aerobik, menurut Dr. S. Russell Vester, FACS, FACC, FAHA, kepala divisi bedah kardiovaskular di Rumah Sakit Yahudi di Cincinnati, Ohio.

"Pertanyaan sebenarnya adalah: Apakah (membawa) hasil yang sama bisa diperoleh dengan beberapa aktivitas aerobik?" ujar Vester.

“Katakanlah kita melakukannya, sebagaimana seharusnya, 30 menit aktivitas tingkat rendah (seperti berjalan) 5 hari seminggu. Jika mandi 5 hari seminggu meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, maka itu adalah hasil yang sama (dengan aerobik),“katanya.

Baca juga: Berendam Air Panas Punya Manfaat Setara Olahraga?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Healthline
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X