Kompas.com - 25/11/2020, 12:16 WIB
Ilustrasi ayah dan anak shutterstockIlustrasi ayah dan anak
|
Editor Wisnubrata

"Ketika tumbuh, ia pasti akan mulai mengkhawatirkan hari esok atau memikirkan kembali apa yang terjadi kemarin," ujar Atkinson.

Tapi kita bisa mengajari anak untuk mempertahankan keterampilan mindfulness, di mana dia hanya berfokus pada saat ini saja, tanpa kekhawatiran akan hari esok atau kekecewaan hari kemarin.

Hal tersebut bisa dilakukan sambil berjalan-jalan di taman. Minta anak untuk lebih memperhatikan sekelilingnya.

Coba juga tanyakan padanya, apakah dia bisa mendengar kicauan burung, melihat bunga warna-warni, atau merasakan angin yang sepoi-sepoi.

Jika kita memiliki lebih dari satu anak, ubahlah menjadi permainan mencari tahu dengan bertanya 'siapa yang bisa?'.

Lakukan ini pada anak usia bayi dan balita karena akan sangat menarik perhatiannya, serta mengajarkan kosakata yang kelak akan digunakan untuk mendeskripsikannya sendiri.

Menjadi mindfulness juga akan membantu membangun kenangan yang hidup.

Baca juga: Cara Ajari Anak Mindfulness di Masa Pandemi

2. Kebaikan

Menurut penulis buku "Do Nice Be Kind Spread Happy, Acts of Kindness for Kids", Bernadette Russell, belajar menjadi baik hati dan pengertian membuat anak-anak lebih bahagia.

Anak-anak yang baik hati juga merasa lebih mudah untuk berteman.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X