BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Prodia

Angela Pernah Berbobot 127 Kg Kini Bisa Turun 59 Kg, Apa Rahasianya?

Kompas.com - 12/01/2021, 10:57 WIB
Angela Colabucci sebelum dan sesudah penurunan berat badan. VIA GOOD MORNING AMERICAAngela Colabucci sebelum dan sesudah penurunan berat badan.

KOMPAS.com - Perempuan bernama Angela Colabucci ini menggambarkan dirinya sebagai sosok yang hidup dengan kelebihan berat badan di sepanjang usianya. 

Hingga sekitar dua tahun yang lalu, perempuan yang kini 30 tahun ini memutuskan untuk melakukan perubahan besar, tepatnya setelah dia melahirkan anak laki-laki.

Sekarang, Angela sudah mampu memangkas setidaknya 59 kilogram berat badan.

Tak hanya itu, perempuan ini juga sempat merayakan pencapaiannya tersebut dengan mengikuti lomba lari halang rintang "Tough Mudder".

Baca juga: Ternyata, Diet Golongan Darah Tak Pengaruhi Penurunan Berat Badan

Perlombaan itu dia ikuti pada bulan November lalu, di negara bagian California, Amerika Serikat, yang menjadi tempat asalnya.

"Jika kamu meyuruh saya 10 tahun lalu untuk mengikuti lomba lari halang rintang sejauh 16 kilometer seperti ini, maka dengan cepat saya akan berkata 'tidak'," ujar Angela.

"Tidak, tidak mungkin saya bisa melakukan tantangan ini. Tapi sekarang, saya ikut dan saya menaklukkannya," kata Angela lagi. 

Angela yang bekerja sebagai tenaga administrasi di perusahaan farmasi memulai perjalanan penurunan berat badannya pada awal tahun 2017, dengan komitmen untuk aktif setiap hari.

"Itu adalah gol pertama saya, hanya 30 menit latihan kardio, baik di Stairmaster atau berjalan, karena itu paling mudah di persendian saya," kata dia.

"Pada beban terberat saya, sekitar 127 kilogram, saya cuma bisa bergerak dengan berjalan saja, karena saya tidak dapat berlari bahkan untuk jarak 1-2 kilometer sekalipun," sebut dia. 

Baca juga: Cerita Pria Berbobot 115 Kg, Turunkan Berat Badan 22 Kg

Selain mulai aktif bergerak, Angela juga mengubah pola pikirnya tentang makanan.

"Dulu, saya tidak memikirkan apa yang saya makan, yang penting enak saat saya akan makan," kata dia.

"Berbagai makanan olahan, apa pun yang saya suka saya makan," sambungnya.

Nah, ketika mulai berkomitmen memperbaiki gaya hidupnya, Angela meminta bantuan kawan di sekolah dietetika untuk mengajari soal porsi makan yang baik. 

Dia juga mulai memerhatikan apa dan berapa banyak asupan yang dia makan.

Selain itu, tak lupa Angela mengurangi gula dan karbohidrat olahan. Bahkan, dia melakukan pendekatan "semua atau tidak sama sekali" untuk dietnya.

"Saya hanya berkata pada diri sendiri bahwa saya tidak makan itu (gula dan karbohidrat)," kata dia.

"Itu adalah perubahan mental pertama yang harus saya lakukan," tegas dia.

Sekarang, Angela mengaku menitikberatkan perhatiannya pada makan makanan berprotein tinggi dan mengonsumsi karbohidrat berkualitas, seperti kacang hitam dan ubi jalar.

Pada hari-hari biasa, dia makan apel dan selai kacang untuk sarapan, salad dengan protein untuk makan siang, dan dada ayam serta sayuran untuk makan malam.

"Saya merasa jauh lebih baik sekarang," kata dia.

"Saya jarang sakit dan saya hanya memiliki hubungan yang sangat berbeda dengan makanan," sambung Angela.

Tempat olahraga dan pola makan

Pada saat dia menjalani proses penurunan berat badan, olahraga pun kian menjadi kebutuhan bagi Angela.

Saat itulah dia menemukan pusat kebugaran yang dilengkapi dengan tempat penitipan anak, sehingga dia bisa berolahraga di luar rumah.

Baca juga: Berapa Lama Waktu Ideal Menurunkan Berat Badan?

Di tempat itulah, Angela mulai menambahkan menu latihannya dengan melatih kekuatan dan berlari. Semua itu menjadi rutinitas di sepanjang hari-harinya.

Lalu, ketika dia bosan untuk menyiapkan makanan, perempuan ini akan beralih untuk mengemasi sisa makan malamnya untuk makan siang keesokan harinya.

"Waktu akan menjadi sahabat, dan sekaligus musuhmu," kata dia.

"Sangat mudah untuk mengatakan, 'Saya tidak punya waktu untuk melakukan ini', tetapi ada banyak cara untuk membuatnya berhasil," sebut Angela.

Satu hal unik lainnya adalah, Angela selalu mencoba mendokumentasikan perubahan pada bentuk fisiknya dengan swafoto.

"Soalnya, kalau kita hanya berpatokan pada timbangan, kita akan mudah terdemotivasi, atau tak bisa melihat perubahan di badan secara seksama," kata dia.

"Jadi saya mengambil foto diri sendiri setiap bulan untuk motivasi. Dan, ketika saya terus melakukannya, perubahan itu memang terlihat," sambung Angela. 

Baca juga: 5 Alasan Minum Air Putih Dapat Menurunkan Berat Badan

Angela merasa satu hal penting yang dia rasakan dengan transformasi tubuhnya adalah dia mampu mengimbangi kelincahan putranya.

Selain itu, Angela juga bisa menjadikan kebiasaan makan yang sehat sebagai bagian dari norma bagi keluarga mereka.

"Saya pasti bisa mengikuti anak saya sekarang, dan dia pun terpapar lebih banyak makanan sehat. Saya merasa bahagia, akhirnya," cetus Angela.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya