Kompas.com - 24/09/2021, 12:03 WIB
Banyak wanita mencari cara mengecilkan perut buncit karena melihat lemak perut semakin terlihat seiring bertambahnya usia, bahkan sekalipun berat badan mereka tidak bertambah. PEXELS/ANDRES AYRTONBanyak wanita mencari cara mengecilkan perut buncit karena melihat lemak perut semakin terlihat seiring bertambahnya usia, bahkan sekalipun berat badan mereka tidak bertambah.

KOMPAS.com - Mengecilkan perut buncit memang menjadi tantangan bagi banyak orang, baik pria maupun wanita, dari berbagai usia.

Perut buncit kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, kolesterol, dan masalah kesehatan lainnya.

Menurut Mayo Clinic, perut buncit dan kenaikan berat badan secara umum muncul ketika kita makan terlalu banyak dan berolahraga terlalu sedikit. Pada saat yang sama, massa otot kita berkurang seiring bertambahnya usia, sementara lemak meningkat.

Kehilangan massa otot juga menurunkan tingkat penggunaan kalori oleh tubuh, yang pada akhirnya membuat tubuh lebih sulit mempertahankan berat badan yang sehat.

Banyak wanita mencari cara mengecilkan perut buncit karena melihat lemak perut semakin terlihat seiring bertambahnya usia, bahkan sekalipun berat badan mereka tidak bertambah.

Hal ini kemungkinan disebabkan oleh penurunan tingkat estrogen, yang tampaknya mempengaruhi distribusi lemak di dalam tubuh.

Kecenderungan untuk menambah berat badan di sekitar pinggang dan memiliki bentuk tubuh "apel" daripada "pir" juga mungkin berkontribusi terhadap terbentuknya perut buncit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti dikutip Kompas.com (22/09/2021) dari Healthline, ada dua jenis lemak perut utama adalah lemak viseral dan lemak subkutan.

Viseral mengacu pada lemak yang mengelilingi hati dan organ perut lainnya. Memiliki kadar lemak viseral yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kronis, seperti sindrom metabolik, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan jenis kanker tertentu.

Sementara subkutan adalah lapisan lemak yang berada di bawah kulit. Lemak subkutan tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan dan berfungsi sebagai lapisan pelindung organ tubuh kita serta penyekat untuk mengatur suhu tubuh.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.