KOMPAS.com - Heartburn, refluks asam lambung dan GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan gangguan sistem pencernaan yang berkaitan dengan asam lambung.
Ketiganya seringkali dianggap sebagai penyakit yang sama.
Padahal secara garis besar ketiga istilah tersebut memiliki arti yang berbeda.
Perbedaannya sebenarnya dapat dengan mudah dikenali sesuai gejala yang ditimbulkan.
Sayangnya, banyak yang masih luput memahaminya sehingga penanganannya juga kurang tepat.
Baca juga: Gejala Penyakit Refluks Asam Lambung yang Sering Diabaikan
Secara umum heartburn merupakan gejala dari refluks asam lambung yang naik ke kerongkongan.
Sensasi panas di dada termasuk salah satu gejalanya yang cukup mudah dikenali.
Sementara refluks asam lambung adalah kondisi yang ditandai dengan produksi asam lambung yang berlebih.
Kondisi tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan dan biasanya dapat hilang dengan sendirinya.
Namun untuk GERD, ini adalah kondisi penyakit yang ditandai dengan serangan berulang dalam jangka panjang yang bisa mengakibatkan gangguan kesehatan serius bila tidak ditangani dengan tepat.
Melansir Verywell Health, berikut perbedaan lebih jelasnya mengenai heartburn, refluks asam lambung dan Gerd.
Kondisi ini disebut heartburn tapi sebetulanya tidak ada hubungannya dengan penyakit jantung.
Heartburn adalah suatu kondisi yang ditandai dengan sensasi perih, panas seperti terbakar di dada.
Selain gejala tersebut, asam lambung yang naik ke kerongkongan juga menyebabkan sakit tenggorokan, sensasi asam atau pahit di mulut, kesulitan menelan hingga batuk kronis.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.