Kompas.com - 21/09/2018, 13:32 WIB

Dalam riset yang juga diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine tersebut, efek olahraga pada kualitas tidur baru terasa setelah memasuki 16 minggu masa penelitian.

Peserta dalam riset yang melakukan olahraga memiliki intensitas tidur 1,25 jam lebih banyak per malam daripada mereka yang tak berolahraga setelah 16 minggu masa riset.

Banyak ahli berpendapat berolahraga mendekati waktu tidur justru membuat kita kesulitan untuk tidur nyenyak.

"Memang benar bagi kebanyakan orang, bukanlah ide yang baik untuk berolahraga tepat sebelum tidur," kata Graham.

Tetapi yang mengejutkan, kata Graham, kebanyakan penelitian telah membuktikan olahraga di malam hari tidak mengganggu kualitas tidur.

Graham menyarankan agar kita tak berolahraga terlalu keras ketika mendekati waktu tidur.

Idealnya, cobalah olahraga selama 20 menit atau lebih, atau hingga tubuh merasa panas.

Lalu mengenai waktunya, setidaknya berolahragalah tiga jam sebelum pergi tidur. Ketika suhu tubuh menurun, ini adalah pertanda jika tiba waktunya untuk tidur tanpa kualitas tidur yang terganggu.

Baca juga: Berapa Lama Manusia Bisa Bertahan Tanpa Tidur?

Semakin bugar tubuh, semakin meningkat kualitas tidur

Menurut laporan New York Times, sangat sulit menentukan jenis, intensitas dan waktu olahraga yang memiliki efek paling efektif pada kualitas tidur.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber menshealth
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.