Diet Planet, Baik untuk Bumi tapi Efektifkah untuk Manusia?

Kompas.com - 08/02/2019, 09:52 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Sebanyak 37 orang ilmuwan yang tergabung dalam komisi EAT-LANCET mendesain diet yang diklaim baik untuk bumi dalam jangka waktu panjang. Pola makannya cukup sederhana, makanlah lebih banyak sayur dan buah serta mengurangi daging merah.

Diet tersebut didesain untuk mengurangi degradasi lingkungan karena bumi masih harus menghasilkan makanan bagi sekitar 10 miliar jiwa yang diprediksi menghuni planet pada 2050.

Namun, Faye Flam, seorang kolumnis di laman Bloomberg yang juga memiliki gelar geofisikawan dari California Institute of Technology menuliskan bahwa pola diet yang diklaim sehat bagi bumi tersebut masih dipertanyakan oleh sejumlah ahli gizi.

Pola diet tersebut dipandang sebagai perubahan yang cukup drastis bagi negara-negara yang masyarakatnya biasa mengkonsumsi daging merah dalam jumlah besar dalam kesehariannya, seperti Amerika Serikat. Dikhawatirkan, pola makan tinggi karbohidrat dan rendah lemak justru menjadi pemicu obesitas dan diabetes tipe 2.

Kritik juga banyak diarahkan kepada para ilmuwan tersebut karena telah mengklaim bahwa daging merah berbahaya bagi kesehatan atau menyimpulkan bahwa pola makan vegan lebih baik bagi tubuh manusia.

Baca juga: Tips Mengonsumsi Daging untuk Menurunkan Risiko Kanker

Menurut Flam, para ilmuwan lebih condong kepada bukti-bukti yang sulit untuk diinterpretasikan daripada eksperimen yang terkontrol.

Lebih jauh, ia menilai bahwa pola makan masa depan yang bisa menyelamatkan nyawa miliaran populasi di dunia dan sehat bagi bumi serta manusia adalah hal yang tidak mungkin.

Berdasarkan fakta sejarah, ketersediaan kuantitas makanan yang memadai seringkali disertai dengan degradasi kualitas. Dengan mempelajari kerangka manusia zaman dulu, para arkeolog menemukan bahwa seiring dengan semakin luasnya pertanian, maka keadaan manusia akan semakin buruk.

Kerangka mereka akan semakin memendek, tanda-tanda penyakit semakin bermunculan, serta gigi-gigi mereka berubah dari sehat menjadi busuk.

Kemudian, hanya orang-orang sosial kelas atas yang akan tetap tinggi dan sehat karena mengkonsumsi makanan yang lebih bervariasi, termasuk daging merah.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Bloomberg
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X