Kompas.com - 14/12/2020, 16:14 WIB
Ilustrasi perhiasan shutterstockIlustrasi perhiasan

KOMPAS.com - Perhiasan menjadi aksesori menarik yang dapat dipakai dalam berbagai acara kasual ataupun megah.

Namun, jika kita tidak pandai merawatnya, perhiasan akan mudah luntur sehingga membuatnya jadi tidak menarik lagi.

Di sisi lain, terlalu sering membilas atau menggosok perhiasan juga ternyata dapat menyebabkan kerusakan yang tidak perlu dan keausan dini.

Lalu, bagaimana sebaiknya kita membersihkan perhiasan agar tetap berkilau dan menarik untuk dipakai?

Nah, simak beberapa teknik membersihkan perhiasan dengan benar, seperti dilansir laman Martha Stewart berikut ini.

1. Simpan di tempat yang benar

Pertama, tentukan tempat untuk meletakkan cincin dan perhiasan lainnya saat melakukan tugas rumah, seperti mencuci piring, berkebun, atau membersihkan rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebanyakan orang selalu mengenakan perhiasannya, yakni cincin kawin atau cincin biasa meskipun berada di dalam rumah.

Baca juga: Tips Pilih Jenis Perhiasan Berdasarkan Tone Kulit

Namun, cincin sebaiknya dilepas jika ada kemungkinan untuk basah atau kotor. Bahkan, kita harus melepasnya saat mandi atau mengoleskan losion ke tangan.

Jika tidak, sisa sabun atau losion dapat terperangkap di celah-celah perhiasan dan menyebabkan masalah.

Cegah noda dini pada perhiasan perak dengan menyimpannya di dalam kain kempa jauh dari perhiasan dan logam lain.

Simpan perhiasan emas di dalam kotak perhiasan yang juga dilapisi kain flanel untuk mencegah kelembapan dan noda.

Baca juga: Kiat Memilih Berlian untuk Kado Valentine

2. Bersihkan dengan hati-hati

Semua perhiasan yang bagus dan mahal harus dibersihkan dengan hati-hati. Akan tetapi, beberapa batu permata memerlukan pendekatan yang lebih lembut agar tidak retak atau pecah.

Jennifer Lopez Tampil Memukau dengan Berlian Senilai Rp 123 Triliun di SAG Awards 2020Hasil tangkap layar dari Pagesix Jennifer Lopez Tampil Memukau dengan Berlian Senilai Rp 123 Triliun di SAG Awards 2020

Batuan rapuh seperti mutiara, zamrud, opal, atau pirus harus ditangani dengan sangat hati-hati.

Frekuensi membersihkan perhiasan juga penting. Kebanyakan perhiasan bagus hanya boleh dibersihkan sebulan sekali untuk mencegah paparan cairan yang tidak perlu.

Jika kita merasa perlu atau ingin membersihkan perhiasan lebih sering, pastikan untuk menggunakan metode yang lembut dan hindari pembersih yang kasar, kandungan kimia yang keras, dan alat ultrasonik.

Perlu diketahui bahwa penggunaan mesin ultrasonik di rumah yang berlebihan dapat melonggarkan batu, merusak logam, dan menyebabkan kerusakan yang lebih signifikan.

Bawa perhiasan ke toko perhiasan profesional sebanyak dua kali dalam setahun untuk memastikannya aman dan dibersihkan dengan benar.

Baca juga: Perhiasan Mutiara Jadi Favorit Kamala Harris

3. Membersihkan sendiri di rumah

Cara lembut yang paling teruji dan benar untuk membersihkan perhiasan halus adalah dengan melakukannya di rumah menggunakan piring, air hangat, sikat gigi berbulu lembut, dan deterjen ringan.

Untuk membuat perhiasan lebih bersih, campurkan setetes sabun cuci piring ke dalam mangkuk dengan air hangat.

Bagi perhiasan yang sangat kotor dan tidak memiliki batu permata yang rapuh, rendam perhiasan dalam campuran tersebut selama beberapa menit.

Selanjutnya, gunakan sikat gigi untuk membersihkan kotoran dan residu dengan lembut.

Untuk membersihkan kotoran di tempat yang sulit dijangkau, gunakan tusuk gigi dengan hati-hati untuk mengeluarkannya.

Saat kita membersihkan perhiasan, perhatikan juga jika ada batu lepas atau kerusakan yang perlu diperbaiki. Apabila ada batu permata sudah kendur, hentikan pemakaian perhiasan sampai bisa diperbaiki.

Terakhir, tepuk-tepuk perhiasan hingga kering dan biarkan hingga benar-benar kering sebelum disimpan kembali.

Baca juga: Tips Merawat Perhiasan Agar Tak Mudah Pudar

4. Membersihkan perhiasan perak

Untuk membersihkan perhiasan perak, ambil sedikit semir perak atau buat ramuan sendiri menggunakan kertas timah, soda kue, garam, dan air.

Lapisi bagian bawah loyang sekali pakai dengan aluminium foil dengan sisi yang mengilap menghadap ke atas.

Selanjutnya, letakkan perhiasan di loyang sehingga menyentuh kertas timah dan taburkan soda kue, serta garam ke dalamnya.

Jumlah garam dan soda kue bergantung pada seberapa banyak air yang akan digunakan, kira-kira sekitar satu sendok makan untuk setiap cangkir air.

Lalu, tuangkan air mendidih ke dalam panci sampai perhiasan benar-benar jenuh. Biarkan perhiasan berada di dalam larutan sampai noda mulai terlihat hilang.

Kemudian, lepaskan perhiasan dengan hati-hati dan tepuk-tepuk hingga benar-benar kering dengan kain yang tidak berbulu.

Baca juga: Kisah di Balik Bros Emas dan Ruby Favorit Ratu Elizabeth

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.