Kompas.com - 01/03/2021, 15:08 WIB
Ilustrasi milenial berwisata. SHUTTERSTOCK/TONG TA 25Ilustrasi milenial berwisata.

3. Teman membuat "tanjakan" menjadi tidak terlalu curam

Kehadiran teman membuat "tanjakan tidak terlalu curam" ini bukan sekadar kiasan.

Dalam studi yang dimuat ke dalam Journal of Experimental Social Psychology, para partisipan mengaku tanjakan di bukit tidak terlalu curam saat mereka didampingi seorang teman, daripada saat mereka sendirian.

Ditambah lagi, semakin lama kita mengenal teman satu sama lain, sebuah tanjakan akan semakin terasa tidak curam.

4. Teman membuat kita tampak lebih menarik

Sebuah penelitian kecil dari University of California, San Diego, membuktikan efek pemandu sorak atau sebuah gagasan bahwa kita tampak lebih menarik dalam kelompok ketimbang sendirian.

Dalam penelitian, foto individu mendapat peringkat 5,5 persen kurang menarik dibanding foto orang dalam kelompok.

Baca juga: 10 Tips Cari Teman buat Kamu yang Pemalu

5. Teman membantu kita melawan kanker

Pada studi tahun 2005 yang diterbitkan dalam jurnal Cancer, wanita penderita kanker ovarium yang mendapat dukungan sosial dari banyak teman memiliki rata-rata 70 persen lebih sedikit interleukin-6 ketimbang pasien dengan teman yang sedikit.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X