Kompas.com - 13/10/2021, 06:32 WIB
ilustrasi daging mentah yang sedang dipotong. SHUTTERSTOCK/ESB Professionalilustrasi daging mentah yang sedang dipotong.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Banyak orang mulai menerapkan diet vegan dengan membatasi asupan produk makanan dan minuman yang berasal dari hewan.

Praktik ini dilakukan atas pertimbangan kesehatan serta upaya perlindungan terhadap hewan dan lingkungan.

Namun, pola makan yang diterapkan pria bernama Weston Rowe kemungkinan akan mengundang kebencian dari para penganut diet vegan.

Seperti diberitakan The New York Post, Rowe, pria asal Nebraska, AS, ini mengonsumsi makanan berbasis daging mentah, termasuk ayam selama tiga tahun terakhir.

Ia pun tidak berencana untuk menghentikan pola makan tersebut.

Rowe memakan makanan mentah kaya protein, seperti daging sapi, hati, ayam, dan organ dari hewan lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semua produk merupakan produk lokal dari peternakan sapi perah dan unggas.

Rowe meyakini, diet berbasis daging mentah membantu meningkatkan kadar energinya.

"Saya berada dalam kondisi kesehatan yang lebih baik secara fisik maupun mental daripada yang pernah saya alami di hidup saya," kata Rowe.

Selain meninggalkan makanan olahan, pria berusia 39 tahun itu juga tidak mengonsumsi camilan.

Ia hanya makan sebanyak dua atau tiga kali sehari, dan menghabiskan sekitar 140 dollar AS (sekitar Rp 2 juta) dalam seminggu untuk kebutuhan makannya.

Terkadang, dia jarang sarapan. Sebagai gantinya, Rowe memakan tiga atau empat telur mentah disertai sepotong buah.

Baca juga: Daging Putih vs Daging Merah, Mana yang Lebih Sehat?

"Buah adalah salah satu makanan langka yang saya makan yang bukan berbahan dasar daging," tutur dia.

"Saat ini saya memakan 99 persen daging mentah segar pertanian dan tidak pernah sakit karena pola makan saya."

"Menurut saya, jumlah pengeluaran saya wajar untuk makan makanan terbaik dan paling bergizi di dunia, dan sebenarnya sama dengan jumlah yang saya habiskan untuk junk food," tambahnya.

Sejatinya, ada satu jenis makanan dalam diet Rowe yang menimbulkan pro dan kontra, yakni ayam mentah.

Seperti yang diketahui, pada ayam yang masih mentah, terdapat bakteri salmonella yang bisa menyebabkan berbagai infeksi, seperti diare dan keracunan makanan, jika dikonsumsi.

Akan tetapi, Rowe mengeklaim, dirinya tidak pernah mengalami infeksi kendati sudah memakan banyak sekali ayam mentah.

"Saya sudah memakan puluhan kilogram ayam mentah dan saya tidak pernah sakit," ucap pria itu.

"Ini (memakan daging mentah) sangat kontroversial, tetapi saya percaya daging mentah memiliki keseimbangan alami bakteri yang bekerja secara simbiosis dengan tubuh kita dan memiliki tujuan."

Pada waktu makan siang, menu makanan Rowe terbilang banyak.

Ia menikmati setengah kilogram daging mentah dengan seperempat kilogram mentega mentah tanpa garam dan tiga atau empat telur mentah.

Biasanya, menu makan siang itu dilengkapi dengan sepotong buah.

Baca juga: 11 Hal yang Terjadi pada Tubuh bila Terlalu Banyak Makan Daging

Untuk makan malam, Rowe mengonsumsi menu makanan yang sama seperti makan siang, ditambah kentang yang dimasak.

"Kentang mungkin satu-satunya makanan matang yang saya makan," aku Rowe.

Hidangan penutup sehari-hari pria ini adalah es krim yang dibuat dari krim, susu, telur, dan madu segar.

Menyoal makanan favorit, ia memilih hati ayam, bersama daging sapi mentah yang diberi mentega, serta otak domba.

Dalam menyantap makanan, Rowe mengaku tidak memerlukan bumbu sebagai penyedap rasa.

"Tidak butuh waktu lama buat saya untuk menyadari bahwa saya lebih suka tanpa bumbu."

Memang pola makan ini menimbulkan pro dan kontra, tetapi Rowe mengatakan, baik keluarga maupun teman-temannya mendukung gaya hidupnya.

"Semua orang di sekitar saya benar-benar menerima kebiasaan makan saya dan selalu tertarik ketika mereka pertama kali mepmelajarinya," jelas Rowe.

Baca juga: Pengaruh Jarang Makan Daging pada Tubuh Seseorang


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber NYPost
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.