Kompas.com - 16/09/2021, 13:54 WIB
Ilustrasi olahraga shutterstockIlustrasi olahraga
|
Editor Wisnubrata

2. Tidur yang cukup

"Ketika kita tidur di malam hari, [otak] mengambil pengalaman yang kita alami sepanjang hari dan menggabungkannya ke dalam memori," kata Dr Sanjay Gupta, kepala koresponden medis CNN, awal tahun ini.

"Kami belajar bahwa otak terus-menerus melalui 'siklus bilas' ini di malam hari," tambah dia.

Selama waktu itu, penelitian menunjukkan, otak membersihkan "puing-puing" seperti plak dan racun yang dapat menyebabkan demensia.

Para ahli termasuk Gupta dan National Sleep Foundation merekomendasikan agar kita bisa tidur tujuh hingga sembilan jam semalam.

"Jika kita bermimpi di pagi hari tepat sebelum bangun, itu pertanda yang cukup bagus," ungkap Gupta.

"Itu mungkin berarti kita telah menghabiskan cukup banyak malam untuk mengkonsolidasikan ingatan dan menjalani siklus pembilasan," tutur dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Polusi Udara dan Penyakit Jantung Tingkatkan Risiko Demensia

3. Olahraga secara rutin

Dalam bukunya tentang demensia yang berjudul "Keep Sharp", Gupta menulis bahwa olahraga, baik aerobik maupun nonaerobik (latihan kekuatan) tidak hanya baik untuk tubuh, bahkan lebih baik untuk otak.

"Hubungan antara kebugaran fisik maupun kebugaran otak terlihat sangat jelas, langsung, dan kuat," terangnya.

Halaman:


Sumber Eat This
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.