Medio by KG Media
Siniar KG Media

Saat ini, aktivitas mendengarkan siniar (podcast) menjadi aktivitas ke-4 terfavorit dengan dominasi pendengar usia 18-35 tahun. Topik spesifik serta kontrol waktu dan tempat di tangan pendengar, memungkinkan pendengar untuk melakukan beberapa aktivitas sekaligus, menjadi nilai tambah dibanding medium lain.

Medio, sebagai bagian dari KG Radio Network yang merupakan jaringan KG Media, hadir memberikan nilai tambah bagi ranah edukasi melalui konten audio yang berkualitas, yang dapat didengarkan kapan pun dan di mana pun. Kami akan membahas lebih mendalam setiap episode dari channel siniar yang belum terbahas pada episode tersebut.

Info dan kolaborasi: podcast@kgmedia.id

Kerendahan Hati dalam Menciptakan Inovasi Perawatan Kulit Berbasis Personalisasi

Kompas.com - 02/12/2021, 21:48 WIB
Ilustrasi perawatan kulit MEDIO by KG MEDIAIlustrasi perawatan kulit

Oleh: Intania Ayumirza dan Sulyana Andikko

INDONESIA termasuk negara yang dilihat sangat menjanjikan bagi bisnis kecantikan. Melansir data dari Statista yang dikutip oleh Databoks, Indonesia diperkirakan akan menjadi pasar kosmetik terbesar kelima di dunia pada 10—15 tahun yang akan datang.

Pada kuartal pertama 2020, tercatat bahwa industri ini mampu mencapai nilai ekspor sebesar Rp 4,44 triliun (317 juta dollar AS) sesuai keterangan dari Kementerian Perindustrian.

Menyambut peluang tersebut, beragam merek kecantikan lokal kian bermunculan. Hal itu tentu memberi angin segar bagi produk-produk yang semakin tepat sasaran bagi kebutuhan para pengguna di kawasan beriklim tropis.

BASE, perusahaan rintisan yang berfokus pada perawatan kulit berbasis teknologi yang lahir pada tahun 2019, adalah salah satunya.

Baca juga: Daftar Skincare Korea dan Jepang yang Paling Diminati Selama 2021

Yaumi Fauziah Sugiharta, Co-founder sekaligus CEO BASE dalam siniar OBSESIF bertajuk "How Humility Drives Business Innovation" mengungkap bahwa idenya dalam menjajaki dunia bisnis lahir dari pertanyaan yang berkali-kali diterimanya selama menjadi pegiat blog kecantikan pada tahun 2017.

Pertanyaan tersebut tidak lain adalah "bagaimana cara untuk menemukan produk yang sesuai dengan kondisi kulit tiap orang?"

Pada masa itu, Yaumi menemukan fakta bahwa produk kecantikan di Indonesia masih dipenuhi oleh merek global asal Asia Timur dan negara-negara barat.

Ia beranggapan produk-produk tersebut kurang mewakilkan pengguna di Indonesia yang memiliki gaya hidup, latar belakang etnis, serta kondisi geografis yang tidak beririsan dengan negara-negara produsen tersebut.

Belum lagi, deifikasi definisi kecantikan yang seolah-olah hanya milik kulit putih menjadikan produk-produk kosmetik seperti kurang inklusif.

Baca juga: Kenali Kandungan Niacinamide dalam Produk Perawatan Kulit

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.