Kompas.com - 19/05/2022, 20:00 WIB

KOMPAS.com – Beberapa orang, khususnya dari generasi Y dan Z, menganggap belajar mengatur keuangan merupakan hal yang rumit.

Padahal, cara tersebut mencegah proporsi pengeluaran tidak lebih besar dari pemasukan dalam perjalanan meniti karier.

Termasuk membantu mereka agar tidak menuruti gaya hidup “hedon” dan terbebas dari jeratan paylater.

“Memiliki perencanaan keuangan yang jelas dan terukur memudahkan dalam meraih aspirasi jangka panjang yang tidak terbatas pada urusan finansial saja.”

Hal itu dikatakan oleh CEO and Principal Consultant ZAP Finance, Prita Ghozie, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (19/8/2022).

Baca juga: Tips Menabung dan Mengatur Keuangan Berdasarkan Zodiak

Nah, supaya masalah itu tidak menjadi bumerang di masa depan, Prita punya sejumlah cara mengatur keuangan yang bisa dicoba.

Apa sajakah itu?

1. Pisahkan rekening

Banyak orang masih mengalami kesulitan untuk mengatur kebutuhan dan keinginan dalam rekening pribadinya.

Dalam hal ini, Prita menganjurkan agar disediakan rekening living, saving, dan playing sebagai tiga kategori utama.

Cara itu cocok untuk geneasi Y dan Z yang belum melakukan budgeting secara rinci karena kategori rekening dikelompokkan secara sederhana.

“Penghasilan bulanan dapat dialokasikan dengan skema 50 persen ke dalam rekening living untuk kebutuhan esensial harian seperti makan, keperluan rumah atau kost, dan transportasi,” jelas Prita.

“Setelah itu, 30 persen disisihkan dalam rekening saving yang bisa berupa tabungan, dana darurat, dan investasi.”

“Sedangkan, 20 persen sisanya bisa dialokasikan dalam rekening playing untuk memenuhi kebutuhan hiburan yang tentu tak kalah penting,” sambung dia.

2. Tanamkan mindsetstart small, start now” dalam berinvestasi

Berinvestasi membuka peluang bagi generasi muda untuk menambah nilai serta jumlah aset yang dimiliki.

Baca juga: Tips Mengatur Keuangan Setelah Menikah agar Rumah Tangga Adem Ayem

Kini, mereka dimudahkan untuk memilih instrumen investasi yang makin beragam, seperti saham, reksa dana, emas, dan lain-lain.

Banyaknya pilihan investasi membuat generasi muda yang belum paham menjadi ragu-ragu untuk memulai.

Mengatasi kendala itu, mereka disarankan fokus untuk belajar dan memantabkan hati sebelum berani memulai.

Sebagai langkah awal, mulailah dengan membandingkan risiko antarinstrumen investasi yang sesuai dengan kemampuan finansial.

“Saat ini, membeli produk investasi sudah semakin mudah. Dengan modal dana mulai dari puluhan ribu rupiah saja, first jobber bisa mulai berinvestasi,” kata Prita.

“Terlepas dari pilihan instrumen dan jumlah nominalnya, yang terpenting adalah berani memulai terlebih dahulu.”

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.