Kompas.com - 29/04/2020, 15:59 WIB
Ilustrasi sendawa shutterstockIlustrasi sendawa
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Sendawa lumrah terjadi setelah makan. Ini adalah cara tubuh untuk mengeluarkan udara atau gas berlebih dari saluran pencernaan.

Tapi normalkah jika sering sekali bersendawa? Dan bagaimana cara menghilangkan sendawa yang mengganggu?

Sendawa terjadi ketika tubuh mengeluarkan udara berlebih dari saluran pencernaan melalui mulut. Tiga hal berikut ini sering membuat kita menelan banyak udara:

  • Makan dengan terburu-buru.
  • Mengonsumsi minuman bersoda.
  • Sedang mengalami stres atau kecemasan.

Kapan sendawa dianggap bermasalah?

Sendawa beberapa kali setelah makan termasuk normal. Namun lain halnya dengan sendawa yang terlalu sering.

Keseringan bersendawa patut diwaspadai, terutama bila belum pernah mengalaminya atau disertai dengan rasa begah pada perut. Kondisi ini bisa saja menjadi gejala penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

Mengetahui penyebab frekuensi bersendawa yang terlalu sering tentu penting sebelum mempelajari cara menghilangkan sendawa. Apa sajakah yang bisa menjadi pemicunya?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aerophagia

Aerophagia adalah kondisi ketika seseorang sering menelan udara, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Penyebabnya pastinya belum diketahui hingga sekarang, namun hal ini biasanya dipicu oleh makan terlalu cepat, mengunyah permen karet dan minum air terlalu cepat.

Gastroesophageal reflux disease (Gerd)

Gerd atau penyakit asam lambung naik terjadi ketika asam lambung kembali naik ke kerongkongan (esofagus). Akibatnya, Anda bisa sering mengalami sendawa.

Baca juga: Bagi Penderita GERD Waspadai 6 Ciri Asam Lambung Naik

Dispepsia

Gangguan pencernaan ini dapat membuat perut bagian tengah atas terasa sakit dan tidak nyaman kareana produksi asam lambung berlebih. Selain sendawa, Anda bisa mengalami kembung, mual, dan muntah.

Gastritis

Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung. Gejalanya bervariasi pada tiap orang, bahkan sebagian besar orang tidak mengalami gejala sama sekali. Radang ini dipicu oleh sering konsumsi alkohol, makanan pedas, dan asam.

Infeksi Helicobacter pylori

Jenis bakteri ini dapat menyebabkan infeksi di perut, yang kemudian memicu gejala dengan meningkatnya frekuensi sendawa.

Helicobacter pylori adalah bakteri yang dapat berkembang di saluran pencenaan, terutama di lambung.

Yang rentan terkena infeksi ini adalah orang-orang yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk, rumah padat penduduk dan sering konsumsi OAINS dalam jangka panjang.

Irritable bowel syndrome (IBS)

IBS adalah gangguan pada usus besar yang dapat menyebabkan terlalu sering sendawa, kram, kembung, dan diare.

Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa dengan baik. Anda bisa diare, mual, dan kembung, dan sering bersendawa.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Intoleransi Laktosa Tetap Minum Susu?

Gangguan penyerapan fruktosa atau sorbitol

Gangguan ini timbul jika tubuh tidak dapat menyerap fruktosa dan sorbitol dengan baik. Mual, kembung, dan sakit perut adalah beberapa gejalanya.

Lalu, kapan harus ke dokter?

Sekarang pertanyaannya adalah kapan harus memeriksakan diri ke dokter, dan bagaimana cara menghilangkan sendawa yang mengganggu.

Jika sering sendawa namun tidak mengalami gejala lain, Anda mungkin perlu membuat catatan kecil mengenai apa saja makanan atau minuman yang Anda konsumsi setiap hari. Pasalnya, sendawa bisa disebabkan oleh konsumsi bahan pangan yang mengandung gas.

Perhatikan juga kondisi psikologis Anda, misalnya apakah sedang mengalami stres atau gangguan kecemasan.

Bila tidak yakin dengan penyebabnya, periksakan diri ke dokter. Siapa tahu Anda memiliki gangguan medis yang bisa menjadi dalang di balik keseringan bersendawa.

Jika sendawa disertai dengan gejala lain yang berupa nyeri perut, mual, atau sakit saat menelan, segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan medis yang sesuai dengan penyebabnya.

Baca juga: Sering Sendawa, Normalkah?

Cara menghilangkan sendawa yang mengganggu

Umumnya, sendawa yang normal tidak memerlukan penanganan khusus. Tapi ada kalanya Anda bersendawa terus-menerus, contohnya setelah makan atau minum soda.

Tenang, Anda bisa melakukan cara-cara menghilangkan sendawa berikut ini agar sendawa tidak terus mengganggu:

Perhatikan posisi tubuh

Berbaring miring dapat membantu menghilangkan sendawa. Anda juga bisa mencoba posisi telentang, lalu mengangkat dan menekan lutut ke dada. Tahan posisi ini hingga gas keluar dari dalam perut.

Berjalan-jalan sebentar

Setelah makan, berjalan-jalanlah sebentar untuk membantu kinerja saluran cerna. Aktivitas fisik dapat membantu pergerakan usus.

Minum teh jahe

Anda bisa minum teh jahe sebagai cara menghilangkan sendawa. Kandungan dalam jahe dapat membantu dalam mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

Batasi aktivitas yang bisa sebabkan sendawa

Cobalah untuk tidak makan terburu-buru, tidak makan sambil berbicara. Pasalnya, kedua hal ini bisa membuat lebih sering sendawa karena udara akan ikut tertelan ke saluran cerna.

Konsumsi obat

Obat antasida dapat menetralkan jumlah asam lambung dan mencegah heartburn (nyeri ulu hati), yang bisa menyebabkan sendawa. Selain itu, obat antigas seperti simethicone juga bisa membantu mengurangi sendawa.

Meski begitu, senantiasa konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan obat apapun agar pemakaiannya sesuai dan aman.

Baca juga: 5 Cara Menurunkan Asam Lambung: Tanpa Obat, Hanya Perlu Niat!

Cegah sendawa dengan tips ini

Meski sendawa adalah proses yang alami, tetap saja Anda bisa malu kalau terus-menerus bersendawa. Misalnya, di tengah rapat atau saat berkumpul dengan teman-teman.

Untuk mencegah sendawa yang mengganggu, Anda bisa menerapkan langkah-langkah efektif di bawah ini:

  • Duduklah saat makan.
  • Kunyah makanan secara perlahan-lahan.
  • Hindari makan sambil bicara.
  • Hindari mengunyah permen karet atau mengisap permen terlalu sering.
  • Singkirkan minuman bersoda dan alkohol.
  • Jauhi makanan yang dapat memicu sendawa. Contohnya, jangan minum susu dan produk susu jika memiliki intoleransi laktosa, serta hindari makanan-makanan penghasil gas dalam perut (seperti kacang-kacangan, kol, bawang, brokoli, kembang kol, dan jamur).
  • Konsumsi suplemen probiotik untuk membantu kinerja saluran pencernaan.
  • Kendalikan stres dan gangguan kecemasan, misalnya dengan mempraktikan teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi.

Jika terus mengganggu, periksakan kondisi sering sendawa ke dokter supaya penyebabnya bisa diketahui. Terutama bila sendawa disertai gejala-gejala lain yang mencurigakan. Dengan ini, Anda pun bisa memperoleh cara menghilangkan sendawa yang sesuai dengan pemicunya.

Baca juga: Memahami Perbedaan Heartburn, Refluks Asam Lambung, dan GERD



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X