Kompas.com - 26/07/2021, 15:24 WIB
Ilustrasi makan shutterstockIlustrasi makan
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com – Makanan ringan bertepung seperti keripik kentang dan sejenisnya memang sangat menggoda untuk dijadikan camilan

Namun, menurut sebuah penelitian di Journal of American Heart Association, jenis makanan ini --terutama bila dikonsumsi setelah makan makanan utama-- secara signifikan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Hasil ini didapat setelah para peneliti mengamati lebih dari 21.000 peserta dalam survei nutrisi besar di Amerika Serikat yang berlangsung dari tahun 2003 hingga 2014.

Penelitian ini menganalisis pola makanan mereka, lalu menilai jenis makanan apa yang dikonsumsi setiap kali makan, serta jenis dan waktu camilan yang dikonsumsi sepanjang hari.

Orang yang makan makanan ringan bertepung, bukan camilan yang berasal dari biji-bijian, buah, atau susu, ditemukan memiliki risiko kematian terkait kardiovaskular hingga 57 persen.

Sedangkan mereka yang mengemil buah dan sayuran menunjukkan penurunan risiko tidak hanya dari masalah jantung tetapi juga kanker.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 7 Makanan yang Berdampak Buruk pada Kesehatan Jantung

Para peneliti juga mengungkapkan bahwa waktu makan para peserta terbukti berpengaruh.

Kesehatan kardiovaskular yang buruk dialami oleh mereka yang mengemil makanan bertepung setelah makan makanan utama, terutama makanan olahan, daging yang diawetkan, lemak padat, dan susu tinggi lemak.

"Hal ini dikarenakan makanan tersebut cenderung meningkatkan gula darah, sementara camilan bertepung membuat gula darah tetap tinggi selama beberapa jam, sehingga meningkatkan peradangan. Seiring waktu, hal itu bermasalah untuk jantung,"

Demikian penjelasan William Li, M.D., presiden dan direktur medis Yayasan Angiogenesis dan penulis Eat to Beat Disease: The New Science of How Your Body Can Heal Itself.

“Diet selalu menjadi penyumbang utama kesehatan jantung, seperti halnya olahraga,” kata Li.

“Sel-sel inflamasi berkumpul di sekitar plak di arteri koroner dan melepaskan enzim yang menyebabkan kerusakan lebih lanjut, menciptakan reaksi berantai."

"Saat kita terus makan makanan yang meningkatkan peradangan, maka ini menjadi siklus yang buruk,” jelasnya.

Sebaliknya, menurut Li, mengonsumsi makanan anti-inflamasi seperti jeruk, beri, paprika, kacang-kacangan, dan polong-polongan bisa sangat membantu mengurangi plak koroner dan peradangan.

Baca juga: Pola Makan Tinggi Lemak Picu Risiko Kematian Jantung Mendadak



Sumber Bicycling
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.